BMKG: Gempa Bekasi Dipicu Aktivitas Sesar Citarum-Baribis

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 4,9 mengguncang wilayah tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu 20 Agustus malam. Episenter gempa terletak dekat Waduk Cirata, di segmen sesar Citarum.

"Episenternya gempa semalam ada di selatan segmen Citarum. Karena West Java back arc thrust itu menukik (dipping) ke arah selatan, jadi episenternya berada di selatan Sesar Baribis," jelas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr Daryono, Kamis 21 Agustus.

Berdasarkan peta seismik yang dirilis BMKG, episenter atau titik pusat gempa ditandai dengan simbol bintang merah di koordinat dekat area Waduk Cirata. Analisis mekanisme gempa yang ditunjukkan oleh simbol focal mechanism (berwarna merah putih) mengindikasikan gempa ini berkaitan dengan aktivitas sesar naik (thrust fault) pada segmen Baribis, yang merupakan bagian dari sistem West Java back arc thrust belt.

Sistem sesar ini merupakan zona patahan kompleks yang menukik ke arah selatan di bawah Pulau Jawa. Keberadaan gempa di segmen ini menegaskan bahwa aktivitas tektonik di Jawa Barat tidak hanya dipengaruhi oleh subduksi Lempeng Indo-Australia di selatan, tetapi juga oleh interaksi berbagai sesar aktif di daratan.

Peta BMKG juga secara jelas menampilkan jaringan sesar utama di sekitar lokasi gempa, termasuk Sesar Baribis, Citarum, Lembang, Cimandiri, dan lainnya. Skala peta 0-50 km yang disertakan membantu memperkirakan jarak relatif episenter terhadap kota-kota terdekat dan struktur sesar.

"BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, selalu waspada terhadap potensi gempa susulan, serta menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tutup Daryono.