Infeksi Cacing Bisa Menyasar Jantung Manusia
JAKARTA - Infeksi cacing pada tubuh manusia umumnya dikaitkan dengan gangguan pencernaan, seperti sakit perut, mual, atau diare. Namun, tidak banyak yang menyadari parasit ini juga dapat menyebar melalui aliran darah dan menyerang organ vital lainnya, termasuk jantung.
Kondisi ini bisa berbahaya karena memicu gangguan irama jantung hingga kerusakan pada otot jantung. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah lulusan Universitas Indonesia dr. Asmoko Resta Permana Sp.JP(K) FIHA mengatakan parasit cacing yang berkembang biak di dalam tubuh bisa menyebabkan kerusakan di organ jantung dan terjadi pengapuran.
“Jadi dia kalau mampir ke jantung jadi pengapuran di ototnya, itu akan bikin irama jantung terganggu, kalau pengapurannya luas maka pompa jantung bisa terganggu juga, karena selaputnya akan kaku dan termasuk ototnya juga,” kata Asmoko seperti dikutip ANTARA.
Konsultan kardiologi pediatrik dan penyakit jantung bawaan ini menjelaskan bahwa parasit cacing dapat menginfeksi berbagai organ tubuh karena ikut terbawa aliran darah. Penyebabnya bisa berasal dari makanan yang kurang matang, daging yang mengandung telur cacing, hingga benda kotor yang masuk ke sistem pencernaan.
Begitu masuk ke dalam tubuh, cacing akan bertelur, membentuk kista, lalu menyebar ke organ-organ vital melalui pembuluh darah. Tak hanya otot dan otak, jantung pun bisa terkena dampaknya.
Baca juga:
Asmoko menambahkan bahwa ketika parasit cacing mencapai aliran darah jantung, kerusakan bisa terjadi pada sistem kelistrikan jantung.
“Yang paling sering terjadi 'listrik' nya jadi pelan, iramanya atau jadi terlalu cepat, pokoknya tidak normal iramanya,” jelasnya.
Dokter di Siloam Heart Hospital ini menuturkan, masa infeksi cacing dalam tubuh dapat berlangsung antara dua minggu hingga satu atau dua bulan, tergantung jumlah parasit yang masuk.
Gejala yang bisa muncul antara lain jantung berdebar, rasa nyeri di dada terutama saat berbaring, hingga sesak akibat peradangan pada selaput atau otot jantung.
Pada anak-anak, lanjut Asmoko, tanda yang biasanya terlihat adalah denyut jantung yang terlalu lambat atau lebih cepat dari normal, meskipun bukan berupa henti jantung mendadak.
“Lebih ke denyutnya pelan atau lebih cepet dari normal. Tapi kalau dia tiba-tiba berhenti karena parasit itu enggak, gangguan kelistrikan jantung yang tiba-tiba berhenti itu yang keturunan, lain lagi dengan parasit,” kata Asmoko.