Pasokan Gas Industri Dikabarkan Seret, ESDM Tegaskan Pasokan Gas Aman

JAKARTA - Kementerian Energi dan SUmber Daya Mineral (ESDM) melalui Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Migas Kementerian ESDM Tri Winarno menegaskan pasokan gas tetap aman di tengah kabar terbatasnya pasokan gas yang dialami industri.

Tak hanya keterbatasan gas, pelaku industri juga mengeluhkan harga gas yang dinilai tidak sesuai dengan skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).

"(Pasokan gas engga aman?) Engga ah. Aman," ujar Tri yang ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Sabtu, 16 Agustus di Kementerian ESDM.

Ditemui terpisah, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menepis kabar pasokan ngas yang seret ke industri.

"Kekurangan gas yang mana? Engga ada, aman," ujar Djoko.

Sebelumnya, pada hari ini Kementerian ESDM mengirimkan undangan kepada media untuk menghadiri konferensi pers di Gedung Heritage pada pukul 15.00 namun kemudian dibatalkan pada pukul 16.38.

Sebelumnya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melaporkan jika saat ini terjadi kondisi penurunan volume gas yang disalurkan pada bulan Agustus 2025 oleh pemasok gas atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di hulu migas.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, penurunan pasokan ini kemudian berdampak pada pengaliran gas untuk sementara waktu kepada sebagian pelanggan gas PGN di wilayah Jawa Barat.

"Kondisi ini disebabkan oleh adanya pemeliharaan operasional tak terencana (unplanned) di beberapa pemasok gas serta beberapa rencana tambahan pasokan gas yang masih dalam progres," ujar Fajriyah, Kamis, 14 Agustus.

Fajriyah menambahkan, saat ini PGN juga belum mendapatkan tambahan kargo gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) domestik untuk periode Agustus 2025 sebagai sumber alternatif lainnya.