Waspada Diabetes pada Masa Kehamilan, Berbahaya Bagi Ibu dan Bayi

JAKARTA - Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang tinggi. Banyak orang yang rentan terhadap penyakit ini, salah satunya adalah ibu hamil.

Diabetes pada masa kehamilan disebut sebagai diabetes gestasional, di mana kondisi kadar gula darah tinggi terjadi selama masa kehamilan. Kondisi ini biasanya muncul pada pertengahan kehamilan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Permata Hijau, Pandu Tridana, Sp. PD, AIFO-K, mengatakan bahwa saat ini kasus terjadinya diabetes gestasional meningkat, sehingga para calon ibu diminta lebih waspada.

“Angka diabetes gestasional atau diabetes pada masa kehamilan itu juga tinggi. Itu kita harus benar-benar aware,” ungkap Dokter Pandu, saat ditemui di kawasan Semanggi, Jakarta, pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Diabetes gestasional biasanya terjadi karena selama kehamilan terjadi perubahan hormon. Tubuh memproduksi lebih banyak hormon yang dapat membuat sel-sel kurang sensitif terhadap insulin, sehingga menyebabkan resistensi insulin.

Peluang terjadinya penyakit itu juga meningkat dengan faktor risiko ibu hamil memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, obesitas, PCOS, hingga kurangnya olahraga.

Dampak dari diabetes gestasional bisa berbahaya pada sang ibu dan bayinya. Ibu bisa mengalami preeklampsia atau tekanan darah tinggi selama kehamilan, kelahiran bayi prematur, hingga peningkatan risiko terjadinya diabetes tipe dua di kemudian hari.

“Memang diabetes gestasional ini setelah masa kehamilan bisa normal lagi gula darahnya. Tapi bisa berisiko berlanjut jadi diabetes,” jelasnya.

Oleh karena itu, dianjurkan bagi ibu hamil yang didiagnosis diabetes gestasional melakukan pemeriksaan rutin gula darah, menerapkan pola makan sehat, dan olahraga teratur. Pengecekan gula darah harus terus dilakukan meskipun sudah melahirkan.

“Jadi kalau ibu hamil yang menderita diabetes gestasional, dia harus menjalani pemeriksaan screening gula darah setiap tiga tahun seumur hidupnya, karena punya risiko tinggi menjadi diabetes tipe 2 entah di usia berapa setelah pasca persalinan,” pungkas Dokter Pandu.