Teken MoU, Kementerian PKP Alokasikan 5.000 Kuota FLPP untuk Pegawai InJourney Group
JAKARTA - Kuota FLPP atau rumah subsidi turut diberikan kepada pegawai yang ada di bawah naungan InJourney Group. Rencananya, bakal ada 5.000 kuota yang dialokasikan untuk mereka.
Hal itu terungkap setelah Kementerian PKP menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU dengan InJourney pada hari ini.
Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) menyampaikan, kepemilikan rumah sebenarnya saat ini lebih mudah dengan adanya FLPP.
Selain itu, selisih angsuran FLPP juga tak jauh beda dengan mengontrak atau sewa rumah.
"Selisih angsuran KPR FLPP itu tidak beda jauh dengan biaya sewa untuk mengontrak rumah. Jadi daripada uangnya untuk bayar sewa, lebih baik digunakan untuk angsuran KPR FLPP dan rumahnya jadi milik sendiri," ucapnya ditulis Jumat, 15 Agustus.
Selain itu, Ara juga menuturkan uang muka atau DP rumah subsidi hanya 1 persen dan memiliki angsuran terjangkau.
Dengan demikian, FLPP bisa diakses oleh para MBR dengan mudah yang masuk ke dalam kriteria.
Sementara itu, Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Maya Watono mengapresiasi hal tersebut dan menuturkan adanya alokasi FLPP untuk pegawai InJourney Group.
"Di bawah naungan kami ada sekitar 49.000 karyawan, maka dari itu komitmen kami kemarin 5.000. Kami percaya karena sudah melakukan polling dan ketertarikannya sangat tinggi untuk ikut berpartisipasi dalam program ini," tutur Maya.
Baca juga:
Karyawan yang mendapat kuota FLPP atau rumah subsidi tersebut juga berasal dari berbagai sektor bisnis InJourney Group.
Adapun dalam kesempatan tadi, para karyawan yang mendapatkan kuota FLPP berasal dari berbagai profesi, seperti cleaning service, petugas keamanan bandara hingga pegawai kantoran.
"Pegawai merupakan aset Injourney Group dan kami harap dengan memiliki rumah sendiri mereka lebih bersemangat dalam bekerja," pungkasnya.