Mobil Polisi Dibakar, 22 Orang Sempat Diamankan Saat Demo Pati Jateng, Kapolri Minta Jajaran Usut
JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya mendalami kericuhan dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Rabu, 13 Agustus.
Dalam aksi tersebut, massa bentrok dengan aparat kepolisian. Satu mobil polisi bahkan dibakar massa.
“Mungkin karena kemarin juga ada kegiatan pembakaran dan sebagainya, saya minta jajaran mendalami hal-hal yang tentu tidak kita inginkan terjadi di lapangan,” ujar Sigit kepada wartawan, Kamis, 14 Agustus.
Menurut Sigit, Polri selalu memfasilitasi masyarakat yang hendak menyampaikan pendapat di muka umum, tetapi semua pihak juga harus mengedepankan ketertiban.
“Karena Polri tidak akan menghalangi. Kita bahkan memfasilitasi, membantu melakukan mediasi. Oleh karena itu, manfaatkan saluran dan aturan undang-undang yang ada dengan baik,” kata Sigit.
Aksi demonstrasi ini dipicu kemarahan warga atas kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 250 persen. Selain itu, masyarakat menilai sikap Bupati Sudewo arogan dan tidak berpihak kepada rakyat.
Polisi sempat mengamankan 22 orang yang diduga menjadi provokator agar aksi ricuh.
“Betul, 22 orang provokator unjuk rasa anarkis diamankan kemarin,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto.
Baca juga:
Namun, polisi tidak merinci identitas para terduga provokator tersebut. Mereka telah dikembalikan kepada keluarga dengan syarat adanya penjamin.
“Tadi malam setelah dilakukan pendataan dan pemeriksaan, ke-22 orang tersebut dikembalikan ke keluarganya dengan jaminan korlap dan pihak keluarga,” ujar Artanto.