Kapasitas Pembangkit EBT Hanya 0,6 Persen di Semester I, Kemenko PMK Pede Bakal Naik karena RUPTL
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) mengaku pede permintaan listrik hijau akan naik seiring dengan realisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034.
Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Rachmat Kaimuddin yang menanggapi tambahan kapasitas pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 876,5 Mega Watt (MW) sepanjang Januari–Juni 2025 atau hanya naik sebesar 0,6 persen.
“Mulai titik nolnya pada saat RUPTL keluar. Kita lihat dari waktu 6 bulan sampai 1 tahun ke depan, 2 tahun ke depan, di situlah prosesnya,” ujar Rachmat kepada awak media, Rabu, 13 Agustus.
Menurutnya, RUPTL yang baru dirilis pada Mei lalu dapat meningkatkan realisasi investasi di sektor EBT. Dikatakan Rachmat, RUPTL anyar ini terbilang cukup ambisius.
"Benar-benar sudah shifting yang sangat luar biasa dari ambisi kita untuk lebih banyak lagi listrik hijau,” sambung dia.
Menurut dia, pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia tersandung sejumlah tantangan, salah satunya adalah minimnya permintaan dalam negeri.
"Tidak ada investasi yang memulai, 'Saya bangun duluan, nanti marketnya bisa saya ciptakan.' Jarang yang kayak begitu," beber Rachmat.
Baca juga:
Di sisi lain, untuk menumbuhkan permintaan terhadap energi bersih harus disertai dengan perkembanga industri yang membutuhkan listrik hijau yang dihasilkan.
Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan terdapat penambahan pembangkit listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT) sejak januari hingga Juni 2025 sebesar 876,5 Mega Watt (MW).
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, sebelumnya pada akhir tahun 2024 total kapasitas pembangkit hijau tercatat sebesar 761,9 MW. Dengan demikian, terdapat penambahan sebesar 0,6 persen.
Dengan adanya pembangkit hijau ini, total kapasitas pembangkit EBT yang ada di Indonesia mencapai 15,2 Giga Watt (GW)