50.000 Warga Demo di Pati, Desak Bupati Sudewo Mundur

PATI - Puluhan ribu massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu mengepung kantor Bupati Pati, Rabu 13 Agustus. Diperkirakan 50.000 warga memenuhi pusat kota untuk menuntut mundurnya Bupati Pati Sudewo yang dinilai membuat kebijakan kontroversial.

Kerumunan massa mulai memadati kawasan Alun-alun Simpang Lima Pati atau depan Kantor Bupati sejak siang hari. Mereka membawa berbagai poster tuntutan dan menyampaikan orasi lantang yang digelorakan perwakilan aliansi.

Tim Hukum Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Nimerodin Gulo, menyebut aksi kali ini merupakan “pesta pencabutan hak suara rakyat” yang beberapa waktu lalu memilih Sudewo sebagai bupati. Menurutnya, massa yang hadir melampaui undangan resmi sebanyak 50.000 orang.

“Hari ini akan datang puluhan ribu warga yang menghadiri undangan untuk menemui Bupati Sudewo terkait pencabutan hak suaranya,” kata Nimerodin Gulo.

Ia menegaskan, jika Sudewo tidak menemui massa, aksi akan bertahan hingga larut malam dan tuntutan akan terus digemakan. “Kami akan bertahan sampai kapan pun,” ujarnya.

Aksi ini merupakan buntut dari kebijakan Bupati Pati menaikkan tarif pajak bumi dan bangunan perkotaan dan perdesaan (PBB-P2) hingga 250 persen yang dinilai memberatkan rakyat. Selain itu, sejumlah kebijakan lain Sudewo juga dianggap menuai kontroversi.

Nimerodin menambahkan, pihaknya akan mengerahkan massa untuk menjemput rekan-rekan mereka yang tertahan di sejumlah titik menuju pusat kota.

Aksi ini mendapat pengamanan ketat dari 2.684 aparat gabungan. Beberapa titik menuju Pati dilakukan penyekatan dan pengalihan arus lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan dan menjaga situasi tetap kondusif.