Karakteristik Anak Berbakat, Lebih dari Sekedar Nilai Akademik
YOGYAKARTA - Anak-anak berbakat seringkali terlihat menonjol di lingkungan mereka. Bagi sebagian orang, bakat identik dengan prestasi akademik yang tinggi atau nilai rapor yang nyaris sempurna. Namun, pendidik atau peneliti yang akrab dengan dunia anak berbakat tahu bahwa perbedaan mereka jauh melampaui angka-angka di atas kertas.
Anak berbakat bisa dilihat dari selera humor yang khas, pertanyaan yang tajam, atau bisa juga lewat penolakannya dari rutinitas belajar yang membosankan.
Memahami karakteristik anak berbakat tidak hanya penting bagi pendidik dan orangtua, tetapi juga membantu anak mengenali potensinya. Karakteristik ini bisa menjadi landasan untuk menentukan langkah-langkah dalam pendidikan.
Karakteristik Anak Berbakat
Seperti disebutkan di atas, anak berbakat tidak bisa diukur dari prestasi akademik. Ada anak berbakat yang tampak rata-rata, bahkan di bawah standar, dalam sistem pendidikan formal bisa jadi karena kebutuhan belajar mereka tidak terpenuhi.
Bakat biasanya diidentifikasi dengan melakukan gabungan tes bakat dan pengamatan langsung terhadap perilaku anak. Dari situ, muncullah sejumlah karakteristik umum yang sering ditemui pada anak berbakat. Dilansir dari Steppingstone School, berikut 10 karakteristik anak berbakat.
- Intensitas Tinggi
Anak berbakat merespons hidup dengan emosi dan semangat yang lebih besar dari anak pada umumnya. Jika mereka tertarik pada suatu bidang, minat itu bisa berkembang menjadi obsesi positif. Misalnya, seorang anak yang menyukai kuda akan membaca semua buku tentang kuda, menggambar kuda, bahkan menirukan suara kuda.
- Melihat Lebih Banyak Pilihan
Mereka cenderung mengenali lebih banyak alternatif perilaku atau solusi, bahkan yang tidak ditawarkan langsung kepada mereka. Kecenderungan ini kadang membuat mereka sering berdebat atau mempertanyakan instruksi, tetapi sebenarnya menunjukkan keluasan cara pandang mereka.
Baca juga:
- Bahasa dan Pola Pikir Tinggi
Begitu mampu berbicara, anak berbakat sering terlibat dalam percakapan tingkat tinggi dan filosofis. Karena itu, mereka lebih senang berinteraksi dengan orang dewasa atau anak yang lebih tua demi mendapatkan lawan bicara intelektual yang sepadan.
- Perfeksionisme
Mereka memiliki gambaran jelas tentang sempurna dan bisa frustrasi ketika hasilnya tidak sesuai standar pribadi. Hal ini dapat membuat mereka enggan mencoba hal baru karena takut gagal.
- Haus Belajar dan Cepat Menangkap
Rasa ingin tahu mereka nyaris tak terbatas. Mereka bisa mengajukan pertanyaan beruntun atau melakukan eksperimen spontan yang membuat orang tua kewalahan.
Direktur sekolah dasar, di The Roeper School di Bloomfield Hills Lorene Porter mengatakan bahwa mungkin Anda hampir selalu melihat keingintahuan yang besar pada anak, namun tidak pada anak yang lebih besar. Dia mengingatkan besar kemungkinan karena pendidikan yang tidak memadai atau sesuai dengan kebutuhan anak.
- Ketekunan
Jika sudah tertarik pada suatu hal, mereka akan mengeksplorasinya sampai tuntas. Proses mencoba, membongkar, memperbaiki, dan memulai lagi bisa mereka lakukan berulang kali tanpa bosan.
- Kedalaman Persepsi
Anak berbakat cenderung memiliki sudut pandang unik terhadap dunia. Mereka peka terhadap ketidakadilan, mudah memahami emosi orang lain, dan kadang menunjukkan humor cerdas sejak dini.
- Enggan Mengulang Materi yang Sudah Diketahui
Mereka cepat kehilangan minat jika harus mempelajari ulang hal yang sudah dikuasai. Misalnya, anak yang sudah bisa membaca di usia tiga tahun akan merasa bosan saat belajar alfabet di taman kanak-kanak.
- Pengamatan Tajam dan Daya Ingat Kuat
Anak berbakat mampu mengingat detail peristiwa atau informasi dengan presisi tinggi. Mereka bahkan mengingat pengalaman masa bayi yang biasanya terlupakan oleh kebanyakan orang.
- Kepekaan Tinggi
Secara emosional, mereka lebih peka terhadap diri sendiri maupun orang lain. Empati yang kuat sering terlihat dalam respons mereka terhadap cerita sedih atau ketidakadilan yang mereka dengar.
Penting untuk diingat bahwa tidak semua anak berbakat menampilkan semua karakteristik ini. Memiliki bakat juga tidak berarti mereka lebih baik dari anak lainnya, tetapi menunjukkan cara mereka memproses dunia dengan kedalaman dan intensitas yang berbeda.