Tekanan Darah Normal Lansia dan Cara Mempertahankannya Tetap Stabil

YOGYAKARTA - Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia mengalami berbagai perubahan, termasuk dalam sistem peredaran darah. Salah satu indikator penting dalam menjaga kesehatan lansia adalah tekanan darah.

Mengetahui berapa tekanan darah normal lansia sangat penting untuk mencegah penyakit serius seperti stroke, gagal jantung, atau kerusakan organ lainnya. Berbeda dengan tekanan darah ideal untuk orang dewasa, lansia memiliki nilai tekanan darah yang lebih tinggi.

Lantas, mengapa hal ini terjadi? Dan bagaimana cara menjaga tekanan darah lansia agar tetap dalam batas aman?

Tekanan Darah Normal pada Lansia

Melansir Halodoc, tekanan darah normal pada lansia berada pada kisaran 130/80 mmHg hingga 140/90 mmHg. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tekanan darah orang dewasa muda, yang berada di kisaran 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.

Tekanan darah diukur berdasarkan dua angka:

  • Sistolik (140 atau 130): tekanan pada pembuluh darah saat jantung berkontraksi untuk memompa darah bersih ke seluruh tubuh.
  • Diastolik (90 atau 80): nilai tekanan darah di pembuluh darah pada saat jantung tidak berkontraksi dan menerima darah kotor yang kembali dari seluruh tubuh.

Penyebab utama dari meningkatnya tekanan darah pada lansia adalah pengerasan atau penyempitan pembuluh darah. Seiring waktu, elastisitas pembuluh darah berkurang, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Meskipun kenaikan ini masih dianggap wajar dalam batas tertentu, hipertensi pada lansia tetap harus diwaspadai. Tekanan darah di luar batas normal dapat memicu komplikasi yang mengancam jiwa.

Komplikasi hipertensi seperti stroke, gagal jantung, hingga gagal ginjal bisa terjadi. Terutama pada lansia yang memiliki riwayat penyakit penyerta sebelumnya.

Oleh karena itu, sangat penting bagi keluarga dan lansia sendiri untuk memantau tekanan darah secara berkala dan melakukan tindakan pencegahan.

Cara Menjaga Tekanan Darah Normal pada Lansia

Salah satu cara paling efektif untuk menjaga tekanan darah pada lansia tetap stabil adalah dengan menjalani gaya hidup sehat. Dilansir dari Alodokter, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan:

  1. Mengatur Pola Makan Sehat

Kunci pertama dalam menjaga tekanan darah adalah memilih makanan yang tepat. Lansia sebaiknya mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan rendah lemak. Penggunaan garam juga perlu dibatasi karena natrium berlebih bisa meningkatkan tekanan darah.

Sebagai gantinya, pilih makanan tinggi serat seperti sayur-sayuran, buah-buahan segar, kacang-kacangan, serta karbohidrat kompleks seperti beras merah. Selain itu, penting juga untuk menjaga asupan cairan tubuh dengan cukup minum air putih setiap hari guna mencegah dehidrasi.

Jika diperlukan, lansia bisa menambahkan asupan nutrisi dengan susu khusus yang diformulasikan untuk kebutuhan usia lanjut.

2. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung. Olahraga rutin dapat membantu menjaga berat badan ideal, mencegah obesitas, serta meningkatkan sirkulasi darah.

Lansia disarankan untuk berolahraga ringan selama sekitar 30 menit setiap hari, atau minimal tiga kali seminggu. Beberapa pilihan aktivitas fisik yang cocok bagi lansia antara lain berjalan kaki, senam ringan, berenang, atau bersepeda santai.

3. Hindari Rokok dan Minuman Beralkohol

Merokok dan mengonsumsi alkohol merupakan dua kebiasaan yang dapat memperburuk kondisi tekanan darah. Untuk itu, para lansia dianjurkan untuk sepenuhnya menghentikan kebiasaan merokok serta menghindari paparan asap rokok dan berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.

4. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

Tidur yang cukup setiap malam turut membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan fungsi jantung. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan kardiovaskular lainnya.

Secara umum, lansia membutuhkan waktu tidur sekitar 7-8 jam per malam. Meski kebutuhan tidurnya berkurang dibandingkan usia produktif, kualitas tidur tetap harus dijaga agar tubuh dapat beristirahat secara optimal.

5. Pantau Tekanan Darah Secara Rutin

Memeriksa tekanan darah secara berkala menjadi langkah penting dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi. Lansia bisa melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau klinik, maupun menggunakan tensimeter digital di rumah untuk pemantauan mandiri.

Jika tekanan darah terpantau tetap tinggi atau terlalu rendah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Dokter mungkin akan merekomendasikan perubahan gaya hidup atau memberikan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah.