Kasus Tewasnya Prada Lucky Namo, TNI AD Bentuk Tim Investigasi
DENPASAR - Seorang prajurit muda TNI AD bernama Prada Lucky Namo meninggal dunia seusai menjalani perawatan intensif di RSUD Aeramo, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Kematian Prada Lucky menyita perhatian publik setelah video keluarga korban beredar luas di media sosial.
Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana melalui Wakil Kepala Penerangan Kodam (Waka Pendam), Letkol Inf Amir Syarifudin, menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tim investigasi saat ini tengah bekerja untuk mengungkap penyebab kematian Prada Lucky secara menyeluruh.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya Prada Lucky. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan almarhum diterima di sisi-Nya. Terkait peristiwa ini, kami tidak bisa menyampaikan secara detail karena proses investigasi sedang berlangsung,” ujar Amir dalam keteranganya.
Amir menambahkan, beredarnya informasi di media sosial merupakan laporan awal yang belum dapat dijadikan kesimpulan akhir. Tim investigasi masih mengumpulkan berbagai data dan keterangan dari saksi-saksi.
“Hingga saat ini, sekitar 20 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi dari satuan tempat Prada Lucky bertugas. Dari jumlah tersebut, empat orang telah diamankan oleh Subdenpom Kupang untuk pendalaman lebih lanjut,” jelasnya.
Ia memastikan proses pengusutan akan dilakukan secara transparan dan profesional dengan mengedepankan asas hukum dan keadilan.
“Kami akan menyandingkan semua keterangan yang diperoleh untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak. Tujuannya agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegasnya.
Baca juga:
Diketahui, Prada Lucky meninggal dunia pada Rabu (6/8/2025) pukul 10.30 WITA setelah menjalani perawatan selama empat hari di RSUD Aeramo. Ia baru dua bulan bergabung sebagai prajurit TNI Angkatan Darat, tepatnya sejak Mei 2025.
Setelah menamatkan pendidikan militernya di Buleleng, Bali, Prada Lucky ditempatkan di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere, Nagekeo.