Profil Komjen Syahardiantono, Kabareskrim Baru Teman Satu Angkatan Kapolri

YOGYAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan mutasi besar-besaran pada awal bulan ini. Dalam rotasi tersebut, sebanyak 61 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) mengalami pergantian posisi.

"Secara keseluruhan terdapat 61 personel yang dimutasi, dengan rincian 34 personel promosi/flat, 4 personel penugasan khusus (Gassus), dan 23 personel pensiun," kata Kadiv Humas Irjen Pol Sandi Nugroho dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Agustus.

Mutasi ini tertuang dalam Surat Kep Kapolri Nomor Kep/1186/VIII/2025 dan ST/1764/VIII/KEP./2025. Salah satunya yakni penunjukan Komjen Syahardiantono sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

Syahardiantono menggantikan Komjen Wahyu Widada, yang kini dipercaya mengemban tugas sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.

Menjadi pimpinan Bareskrim Polri bukanlah hal baru bagi Komjen Syahardiantono. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Wakabareskrim pada 2021, dan kini kembali dipercaya untuk memimpin salah satu unsur penting dalam struktur Polri tersebut.

Profil Komjen Syahardiantono

Syahardiantono lahir di Blora, Jawa Tengah, pada 2 Februari 1970. Dia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 dan satu angkatan dengan Kapolri saat ini, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sejak awal kariernya, Syahar, sapaan akrabnya, telah menunjukkan dedikasi luar biasa di bidang reserse. Kariernya dimulai dari posisi Kasat II Ditreskrim Polda Jawa Timur pada 2025.

Tiga tahun kemuadian menjadi Kapolres Kota Pasuruan dan diangkat menjadi Kapolres Pasuruan pada 2010. Setelah itu, Syahar melanjutkan pengabdiannya sebagai Wadirreskrimsus Polda Jatim pada 2011 dan Kasubdit VI Dittipideksus Bareskrim Polri pada 2012.

Pada 2014, Syahar ditugaskan sebagai Dirreskrimsus Polda Kepulauan Riau, dan dua tahun kemudian mengisi posisi Widyaiswara Muda di Sespimmen Lemdikpol Polri.

Syahardiantono terus mendapat kepercayaan untuk menduduki berbagai jabatan strategis. Pada 2018, dia menjabat sebagai Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) di Divisi Humas Polri, sebelum akhirnya menjadi Kepala Biro Pengelolaan Informasi dan Data (Karo PID) pada 2019.

Tahun 2020 menjadi titik penting lainnya dalam kariernya ketika ia diangkat sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) di Bareskrim. Di posisi ini, Syahar sempat menangangi kasus penyelundupan benih lobster dan berhasil menangkap tersangka, Kusmianto alias Lim Swie King.

Baru kemudian pada tahun 2021, Syahar dipercaya sebagai Wakabareskrim Polri. Setelah itu pada 2022, Syahardiantono mendapatkan amanah sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri menggantikan Ferdy Sambo yang terseret kasus hukum.

Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, kehadiran Syahar sebagai figur yang dikenal bersih dan tegas menjadi langkah strategis Kapolri untuk mengembalikan integritas lembaga.

Selanjutnya, pada 2024, Syahar dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, memperluas cakupan tugasnya di ranah intelijen kepolisian nasional.

Selain dikenal sebagai jenderal profesional di institusi kepolisian, Syahardiantono juga memiliki sisi sosial dan keagamaan, terutama terhadap kampung halamannya di Blora. Bupati Blora, Arief Rohman, memuji kepedulian Syahar terhadap kepeduliannya membangun daerah.

"Pak Syahar sangat peduli sekali terhadap daerah terutama beliau mengawal terkait dengan potensi yang ada di Blora baik itu di bidang sosial, keagamaan. Beliau bangun sekolah, bangun masjid, beliau juga konsen untuk mengembangkan pertanian, terus juga di sektor migas, beliau juga ikut punya andil mengawal tentang potensi migas yang ada di Blora," kata Arief Rohman saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Blora, Jawa Tengah, Rabu, 6 Agustus

Hal itu menunjukkan bahwa Syahar tidak melupakan akar dan tanggung jawab moral terhadap kampung halaman. Sosoknya yang tegas dan peduli sosial menjadikannya tokoh panutan, tidak hanya di lingkup kepolisian, tetapi juga di kalangan masyarakat.