Toko Kue Mendadak Ditutup, Ashanty Alami Stres Hingga Datangi Psikiater

JAKARTA - Di balik keputusan besar menutup bisnis kue Lumiere, Ashanty ternyata memendam beban psikologis yang berat.

Ibu empat anak ini mengaku mengalami stres hebat hingga berdampak pada kesehatan mentalnya dan berisiko mengorbankan pendidikannya yang sedang berjalan. Ashanty mengungkapkan bahwa polemik bisnis ini membuatnya berada di titik terendah.

"Kalau aku stres, aku tuh... aku tuh lagi benar-benar kena mentalnya gini," aku Ashanty di kawasan Jakarta Selatan, Selasa, 5 Agustus.

Tekanan tersebut begitu hebat hingga mengganggu tidurnya selama berminggu-minggu.

"Di dua minggu awal kemarin saya nggak bisa tidur," lanjutnya.

Situasi ini memaksanya untuk mencari bantuan profesional. Ashanty tak ragu mengakui bahwa ia telah berkonsultasi dengan ahli untuk memulihkan kondisinya.

"Tapi sekarang karena udah ke psikiater kan dikasih pengobatan alhamdulillah udah bisa (tidur)," jelasnya.

Beban terberat bagi Ashanty adalah keharusan untuk memilih prioritas antara menghidupkan kembali bisnisnya atau fokus pada pendidikannya yang sudah memasuki tahap penelitian. Dokter pun bahkan memberinya nasihat tegas.

"'Pilih, kalau kamu mau memang mempertahankan Lumiere kamu, kamu yang turun sendiri lagi semua... harus ada yang dikorbankan, nggak bisa dua-duanya kamu jalanin'. Itu yang membuat aku tuh down banget," kenang Ashanty.

Masalah ini ternyata juga menimbulkan dampak pada studi S3 yang sedang dijalankannya. Ia merasa tertinggal dari teman-teman seangkatannya.

"Dampaknya sekarang harusnya orang-orang udah di, teman-teman yang seangkatan aku udah, udah penelitian, aku belum gerak sama sekali," tutupnya dengan nada pasrah.