Minta Pasar Burung Barito Dipertahankan, PSI: Mengapa Kita Korbankan Pedagang Kecil?
JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, August Hamonangan menolak pemindahan pedagang Pasar Hewan Barito oleh Pemprov DKI demi penataan tiga taman di kawasan Blok M, Jakarta Selatan tersebut.
Pemprov DKI diketahui tengah memproses relokasi pedagang Pasar Barito ke lokasi sementara. Sebagian pedagang telah tanda tangan kesepakatan relokasi, namun sebagiannya lagi tetap ingin bejualan di pasar yang terletak di depan Taman Langsat tersebut.
Dari kondisi itu, August meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempertahankan Pasar Barito tetap berada di lokasi semula dan berdampingan dengan taman yang bakal direvitalisasi.
Hal ini diungkapkan August dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta yang juga dihadiri oleh Pramono.
"Kami meminta, khususnya saya dengan teman-teman dari fraksi PSI selain ditangguhkan dipikirkan kembali. Setidaknya, ikon pasar burung barito bisa dipertahankan sama-sama untuk membangun Taman ASEAN atau Taman Bendera Pusaka," kata August di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 4 Agustus.
Pramono, diminta August, memahami bahwa ada kontroversi dari proses relokasi pedagang Pasar Barito. Ia memandang, lahan relokasi di kawasan Lenteng Agung juga masih kosong dan belum siap dipakai oleh pada pedagang.
Lagipula, keberadaan Pasar Hewan Barito yang berdiri sejak tahun 1979 sudah dianggap mendunia. Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan aspirasi para pedagang yang ingin lapaknya dipertahankan.
"Mengapa kita mengorbankan ikon dan para pedagang kecil? Mereka hanya butuh untuk mencari makan demi menghidupi keluarganya sementara kita berbangga untuk membuat taman simbolis," cecar August.
"Mohon Bapak Gubernur DKI Jakarta memikirkan dengan matang. Setidaknya relokasi ditangguhkan. Sampai saat ini di lapangan keadaan sudah semakin tidak ada kejelasan dan jangan sampai menimbulkan banyak korban mereka berdagang dan juga ternyata tempat itu sudah diterima oleh warga sekitar," lanjut August.
Sebagai informasi, Pramono berencana melakukan penataan dengan menggabungkan tiga taman, yakni Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser. Sebelum groundbreaking dilakukan, Pemprov DKI ingin merelokasi para pedagang Pasar Hewan Barito ke kawasan Lenteng Agung.
Baca juga:
- Israel Tangkap 18.500 Warga Palestina di Tepi Barat-Gaza Sejak Oktober 2023
- Pemprov DKI Kucurkan Rp50 Miliar untuk Penggabungan 3 Taman di Blok M
- Jadi Tersangka Kasus Beras Oplosan, Dirut Food Station Mengundurkan Diri
- Pengampunan Hasto Kristiyanto-Tom Lembong Momentum Merosotnya Kepercayaan Penegakkan Hukum
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan memberikan waktu sampai Minggu, 3 Agustus 2025, agar Pasar Barito dikosongkan oleh para pedagang.
Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar mengklaim, sejak beberapa hari terakhir sudah banyak pedagang yang pindah secara mandiri ke pasar tujuan masing-masing.
"Jika lokasi ini sudah benar-benar kosong, kewenangannya sepenuhnya akan berada di tangan Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta untuk ditindaklanjuti," ucap Anwar.