Mirabeth Sonia Ungkap Alasan Kembali Terlibat di Pagelaran Sabang Merauke -The Indonesian Broadway “Hikayat Nusantara”
JAKARTA - Mirabeth Sonia jadi salah satu di antara ratusan pemusik yang mengikuti sesi latihan gabungan Pagelaran Sabang Merauke - The Indonesian Broadway di Grand Ballroom - Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Minggu, 3 Agustus.
Meski sudah pernah terlibat dalam Pagelaran Sabang Merauke, Mirabet tetap antusias untuk penyelenggaraan tahun ini, yang disebutnya punya skala lebih besar.
Maribeth punya alasan tersendiri ketika memutuskan kembali terlibat di Pagelaran Sabang Merauke. Penyanyi-penulis lagu 33 tahun itu mengaku terus belajar hal baru setiap berproses di tiap tahunnya.
“Di sini, selain cara aku mengutarakan rasa cinta sama Indonesia, aku juga banyak belajar. Ada rasa puas. Setiap tahun dapat terus pembelajaran baru,” kata Maribeth, ditemui di sela sesi latihan.
Sebagaimana pagelaran ini menampilkan beragam kesenian dan nilai budaya Nusantara, Maribeth mengaku wawasannya sebagai seorang seniman pun semakin luas.
“Aku latar belakangnya suku Dayak, aku mungkin tahunya Dayak saja. Dari Pagelaran Sabang Merauke, aku jadi tahu budaya lain. Tahun lalu aku dapat pelajaran soal Minang, dan banyak banget budaya yang aku baru tahu dari Pagelaran Sabang Merauke,” tambahnya.
Lebih lanjut mengenai Pagelaran Sabang Merauke - The Indonesian Broadway yang tahun ini mengangkat tema Hikayat Nusantara, Maribeth meyakini pertunjukan ini layak ditonton oleh mereka yang sudah menonton maupun belum punya kesempatan di tahun-tahun sebelumnya.
“Dari sisi penonton, yang udah pernah nonton atau belum pun bisa lihat kalau set panggungnya tuh megah banget. Kostumnya lebih grande karena melibatkan Jember Fashion Carnaval dan Pesona Gondanglegi,” ujar Maribeth.
“Seniman yang terlibat juga lebih banyak dan lebih megah. Nantinya aku pasti gonta-ganti kostum. Sejauh ini aku udah fitting tiga kostum, dan belum tahu apakah akan tambah lagi atau enggak,” imbuhnya.
Adapun, Pagelaran Sabang Merauke - The Indonesian Broadway dengan tema “Hikayat Nusantara” akan digelar di Indonesia Arena Senayan, Jakarta Pusat pada 23 dan 24 Agustus mendatang.
Sebanyak 31 lagu dan puluhan tarian dari hampir seluruh penjuru Nusantara akan ditampilkan untuk mewakili kekayaan budaya daerah, seperti “Padang Wulan” dari Jawa Tengah, “Bungong Jeumpa” dari Aceh, “Butet” dan “Rambadia” dari Sumatera Utara, hingga “Injit-Injit Semut” dari Jambi dan “Pak Pung Pak Mustafa” dari Riau.
Penonton juga akan diajak menikmati keindahan “Gending Sriwijaya” dari Sumatera Selatan, “Pang Lipang Dang” dari Lampung, “Kambanglah Bungo” dari Sumatera Barat, serta medley modern Remix Pulau Andalas Bersatu yang menyatukan semangat Sumatera.
Baca juga:
Dari Jawa Barat akan hadir “Manuk Dadali”, dari Jakarta “Keroncong Kemayoran”, dari Jawa Timur “Jangkrik Genggong” dan “Umbul Umbul Blambangan”, serta “Mahadewi” dari Yogyakarta. Sementara dari Kalimantan Tengah akan hadir komposisi instrumental khas Kalimantan.
Keanekaragaman ini dilengkapi dengan “Lulo” dari Sulawesi Tenggara, “Ayo Mama” dan “Hai Rame-Rame” dari Maluku, “Putri Cening Ayu” dan “Tembang Calon Arang” dari Bali, “Benggong” dari Nusa Tenggara Timur, serta “Sajojo” dari Papua. Selain itu, lagu nasional “Syukur”, lagu tematik “Nusantara”, dan lagu penutup “Inspirasi Diri” akan menjadi simbol kebersamaan dan semangat persatuan yang menjadi inti dari pagelaran ini.
Dari sisi musikal, Elwin Hendrijanto, komposer Indonesia yang juga dikenal melalui karyanya di industri perfilman Hollywood akan bertindak sebagai Music Director. Sementara itu, Maestro Avip Priatna sebagai konduktor orkestra dari Jakarta Concert Orchestra, didukung oleh paduan suara dari Batavia Madrigal Singers dan The Resonanz Children’s Choir.