Bapanas Pastikan Stok Beras Aman, Imbau Masyarakat Tak Panic Buying
JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memperkuat langkah-langkah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan, khususnya beras di tengah dinamika distribusi dan temuan produk yang tidak sesuai standar mutu.
Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah mengoptimalkan penyaluran beras melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan beras.
Ia memastikan bahwa stok Bulog dalam kondisi aman dan pendistribusian beras SPHP terus dipercepat sebagai instrumen stabilisasi. Hal ini ia kemukakan dalam agenda kunjungan kerja di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 1 Agustus.
"Beras yang beredar aman dikonsumsi. Namun, kami imbau pelaku usaha untuk segera menyesuaikan harga sesuai kualitas aktual produknya dan memperbaiki proses produksi agar sesuai ketentuan pemerintah," ujar Arief dalam keterangan resminya.
Sementara itu, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menjelaskan, percepatan distribusi terus didorong lewat berbagai jalur, termasuk mitra Perum Bulog dan lembaga terkait lainnya.
"Kami sudah menugaskan Bulog untuk mempercepat penyaluran beras SPHP ke berbagai jalur seperti pengecer di pasar rakyat, Koperasi Merah Putih, outlet pangan binaan pemerintah daerah, BUMN, instansi pemerintah termasuk TNI/Polri, RPK Bulog, hingga toko modern non-grosir," ujar Ketut.
Baca juga:
Bapanas terus memantau kondisi lapangan secara intensif dan aktif berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri sekaligus Kasatgas Pangan Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying) menyusul temuan beras yang tidak sesuai mutu.
"Kami sampaikan kepada masyarakat, tidak usah panic buying. Kami sudah memastikan kepada Aprindo, ritel modern, pasar tradisional, serta Satgas Pangan daerah maupun pusat, minta agar mereka tetap mengisi, dengan catatan perbaikan produksi dilakukan, kemudian barang yang kemarin sudah terlanjur seperti komposisi belum sesuai, silakan dijual tapi sesuai dengan harga komposisi tersebut. Artinya kalau komposisinya medium, juallah dengan harga medium," kata Helfi.