Kuaetnika Beri Persembahan Spesial untuk Mendiang Djaduk Ferianto di Jazz Gunung Series 1 Bromo
PROBOLINGGO - Grup musik asal Yogyakarta yang dibentuk mendiang Djaduk Ferianto, Kuaetnika, tampil spesial dalam gelaran Jazz Gunung Series 1 Bromo yang dilangsungkan di Amphitheater Jiwa Jawa Resort Bromo, Probolinggo pada Sabtu, 19 Juli.
Momen ini jadi peringatan untuk Djaduk Ferianto—yang juga salah satu pendiri Jazz Gunung—karena bertepatan dengan hari kelahirannya.
Tujuh lagu dibawakan Kuaetnika dalam penampilannya, di mana salah satunya yang berjudul “Samukawise” dipersembahkan sebagai penghormatan terhadap Djaduk.
“Karena ini bertepatan dengan ulang tahun Pak Djaduk, salah satu founder Jazz Gunung Bromo, maka kami sajikan satu lagu khusus untuk mengenang Pak Djaduk,” kata Danny Eriawan, personel Kuaetnika, ditemui Ivan Two Putra dan Bambang Eros dari VOI usai penampilan.
Adapun judul lagu “Samukawise” berasal dari bahasa Jawa, yang artinya “segala hal”.
“Lagu ini memang isinya itu doa-doa, ya untuk seluruh alam semesta, untuk kebaikan umat manusia, universal,” tambah Danny.
Baca juga:
- Tetangga Sebut Diplomat Muda Kemlu yang Tewas Dilakban Suka Menyapa dan Beri senyum
- LEGOLAND Pertama di China Hadir di Shangai, Tawarkan Lebih dari 75 Wahana
- Sejumlah LC Hotel Classic Alami Kesurupan Massal, Pengunjung: Bahaya!
- Viral, Pegawai Minimarket di Tangerang Ditangkap Warga karena Sodomi Bocah di Toilet
Kuaetnika juga tampil spesial dengan formasi lengkap. Pada banyak gelaran sebelumnya, Jazz Gunung lebih sering menampilkan Ring of Fire Project, sebuah grup yang didirikan Djaduk dengan personelnya yang diambil dari Kuaetnika.
“Tahun ini, Kuaetnika berkesempatan untuk tampil lengkap, setelah sekian lama.,” ujar Danny.
Selain Kuaetnika, Jazz Gunung Series 1 Bromo juga menampilkan Emptyyy, Jamie Aditya & The Mezzrollers, Is Love, Karimata, dan RAN.
Jazz Gunung Series masih akan berlanjut, dengan seri kedua digelar di Bromo pada 26 Juli, serta seri ketiga di Ijen pada 9 Agustus mendatang.