Laptop Mahasiswi Berisi Data Skripsi Hilang Dicuri Dalam Bus Rosalia Indah

JAKARTA - Seorang mahasiswi penumpang bus Rosalia Indah menjadi korban kejahatan saat berada di dalam bus tersebut. Korban kehilangan laptop miliknya saat perjalanan menggunakan bus Rosalia Indah dari Solo menuju Malang.

Kejadian ini direkam kamera amatir dan viral di media sosial instagram @seputar_jaksel pada Senin 14 Juli 2025. Dalam unggahannya, korban mengungkapkan kekecewaan lantaran laptop yang berisi sejumlah laporan dan data skripsi miliknya hilang di dalam bus Rosalia Indah.

Belakangan diketahui korban bernama Tabita Sijabat (21). Kejadian berawal ketika dirinya memesan tiket bus Rosalia Indah untuk berangkat dari Terminal Gilingan, Solo, dengan tujuan Malang pada Sabtu, 12 Juli 2025.

Korban memesan tiket secara mendadak dan kursi yang tersisa hanya di 7D. Dalam perjalanannya korban membawa laptop warna abu-abu di dalam tas miliknya.

Lebih lanjut mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) ini mengatakan, dirinya sempat tertidur pulas dalam perjalanan. Ketika terbangun sampai di Pool terakhir Malang, posisi tas laptop miliknya sudah berganti. Yang tadinya ada di sebelah kanan, berpindah ke sisi kiri bangku korban.

Ketika korban berusaha mengangkat tas miliknya, ternyata tas tersebut terasa ringan. Saat korban mengecek, ternyata laptop yang berada di dalam tas sudah hilang dicuri maling di dalam awak bus Rosalia Indah.

Kemudian korban meminta kru bus Rosalia Indah untuk mengecek rekaman CCTV namun tak dilakukan oleh pihak PO Bus tersebut. Ketika korban mendesak untuk membuka rekaman CCTV di dalam bus, ternyata pihak PO Bus menyebut bahwa CCTV di bus yang ditumpangi korban sudah tidak berfungsi dan rusak.

Menanggapi peristiwa ini, pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyesalkan adanya temuan kerusakan pada CCTV salah satu perusahaan otobus.

"Saya kira wajib lah tiap-tiap perusahaan (PO Bus) memasang cctv untuk membantu mereka mendeteksi orang-orang yang berbuat curang. Kalau itu masih terjadi yang rugi PO-nya juga, penumpang kan jadi nanti pada ke PO yang lain," kata Djoko saat dikonfirmasi VOI, Jumat, 17 Juli 2025, malam.

Djoko menyebutkan, seharusnya pihak perusahaan bus dapat melakukan pelacakan penumpang dengan daftar KTP penumpang bus tersebut.

"Harusnya penumpang disebelah (korban) darimana (asalnya) bisa terdeteksi juga. Kan ada KTP, seperti halnya di kereta api. Ini pelajaran buat Rosalia. Jangan sampai CCTV mati dibiarkan. Tetap harus ada," ujarnya.

Djoko mengatakan, pemasangan CCTV pada awak bus merupakan hal yang umum dan wajib dilakukan pada saat ini.

"Sekarang ini, namanya cctv itu sudah wajar ada di setiap kendaraan umum. Karena dengan cctv kita akan mudah mengetahui. Kalau seperti itu penumpang juga merasa takut naik Rosalia Indah," katanya.

Sementara korban pencurian laptop dapat melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian agar kasus tersebut dapat diusut secara tuntas.

"Saya kira kalau hal seperti itu, konsumen juga berhak (membuat laporan polisi), nanti kepolisian menindak lanjuti. Rosalia servisnya cukup bagus lah. Sebenarnya bisa dilacak kalau benar-benar penumpangnya terdaftar sesuai KTP-nya. Saya kira semua bus AKAP penumpang harus terdata dengan KTP. Kemudian jika ada CCTV mudah terdeteksi sedini mungkin," paparnya.