Fenomena Langka Aurora Mungkin Terlihat Musim Panas Ini di Korea Selatan

JAKARTA - Lupakan perjalanan ke Arktik untuk melihat fenomena langka aurora, karena langit Korea Selatan mungkin menawarkan kejutan langka.

Aurora Borealis, juga dikenal sebagai cahaya utara, terkenal karena keindahannya yang seperti dunia lain, biasanya tidak terlihat dari Korea.

Orang-orang harus bepergian ke wilayah Arktik seperti Norwegia, Islandia, atau Alaska, Amerika Serikat, untuk melihat sekilas fenomena langit yang sulit dipahami ini.

Berkat peningkatan aktivitas matahari, aurora dapat terlihat di sini musim panas ini, memberi para pengamat langit Korea Selatan alasan untuk melihat ke atas.

"Aurora terjadi ketika aktivitas matahari tinggi, dan kita mengalami aktivitas semacam itu musim panas ini," ujar Won Chi-bok dari Perhimpunan Astronomi Amatir Korea kepada The Korea Times, seperti dikutip 5 Juli.

Aurora terjadi ketika partikel bermuatan super dari matahari berpacu menuju bumi dengan kecepatan hingga 72 juta kilometer per jam.

Ketika partikel-partikel tersebut bertabrakan dengan atmosfer atas, medan magnet bumi bertindak seperti perisai pelindung, mengarahkan partikel-partikel tersebut ke kutub utara dan selatan.

Di sana, interaksi antara partikel matahari dan gas atmosfer menciptakan pita cahaya menakjubkan yang berkilauan di langit malam.

Gunung Taebak. (Wikimedia Commons Dcpeets)

Terkait ini ada tiga lokasi yang dinilai bisa digunakan untuk melihat fenomena langka ini di langit Korea Selatan.

Pertama, Gunung Gwangdeok — Hwacheon, Provinsi Gangwon. Won merekomendasikan ini sebagai tempat pengamatan aurora yang utama di Negeri Ginseng.

"Mudah diakses, ada observatorium di puncaknya, dan letaknya di antah berantah, jadi hampir tidak ada polusi cahaya," ujarnya, menambahkan lokasi dataran tinggi mana pun dengan langit gelap bisa menjadi pilihan yang baik.

Berikutnya ada Gunung Taebaek di Taebaek, Provinsi Gangwon yang sudah menjadi tujuan populer bagi para pengamat bintang. Puncaknya, bebas dari polusi cahaya perkotaan, menarik ribuan pengunjung sepanjang tahun.

Terakhir ada Kawasan Zona Demiliterisasi Paju di Paju, Provinsi Gyeonggi yang dekat dengan Seoul ini juga direkomendasikan untuk melihat aurora. Pemandangan Kutub Utara yang tak terhalang juga menawarkan sudut pandang yang jernih, meningkatkan peluang melihat aurora jika kondisinya tepat.

Won sendiri memberikan beberapa tips untuk menikmati aurora dengan sukses.

Pertama, pilih malam dengan langit cerah, tetapi usahakan untuk menghindari malam dengan bulan yang terlalu terang, karena cahaya bulan pun dapat mengganggu cahaya redup aurora.

Berikutnya, fokuskan perhatian Anda pada langit utara, tempat aurora biasanya muncul.

Terakhir, gunakan ponsel pintar dengan mode sudut lebar atau panorama untuk menangkap seluruh tampilan.

"Ponsel ternyata sangat efektif dalam menangkap cahaya dan warna," pungkasnya.