Nissan Tarik Kembali Hampir 440 Ribu Kendaraan di AS, Ini Biang Masalahnya

JAKARTA - Kabar kurang baik datang dari Nissan. Pasalnya, pabrikan otomotif ternama dari Jepang ini mengumumkan penarikan kembali (recall) sebanyak 443.899 unit di Amerika Serikat (AS).

Dilaporkan Reuters, Kamis, 3 Juli, adanya kegagalan pada mesin disebut sebagai biang keladi dari pemicu recall tersebut. Perusahaan telah mengidentifikasi potensi cacat produksi pada beberapa komponen mesin di kendaraan, yang dapat menyebabkan kerusakan mesin atau kegagalan total, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menyebut model yang terdampak memiliki mesin 1,5 liter dan 2,0 liter terdiri dari Rogue keluaran tahun 2021-2024 dan Altima tahun 2019-2020 serta mobil bermerek premium Infiniti yakni QX55 2022 dan QX50 model tahun 2019-2022.

Meskipun jumlah kendaraan yang terdampak recall cukup besar, NHTSA menyebut perkiraan kendaraan yang alami kecacatan tersebut mencapai 1,2 persen dari keseluruhan.

Nissan mengimbau para pemilik kendaraan yang terdampak untuk membawa mobilnya ke jaringan dealer terdekat sehingga para teknisi dapat menurunkan bak oli dan memeriksa bagian dalamnya.

Jika terdeteksi adanya serpihan logam, pabrikan akan memperbaikinya yang kemungkinan besar bakal mengganti komponen mesinnya. Jika bak bersih, teknisi akan memasangnya kembali dan mempersilakan pemilik membawa pulang kendaraannya dengan mesin yang sehat.

Karena kendaraan yang terdampak ialah bertipe dua mesin berbeda, prosesnya tentu dilakukan tidak sama. Misalnya, mesin 2.0 liter hanya mendapatkan oli baru, tetapi mesin 1.5 liter juga mendapatkan paking bak oli baru dan modul kontrol mesin yang diprogram ulang.

Selain itu, Nissan belum menerima adanya laporan mengenai kecelakaan, cedera, atau korban jiwa yang disebabkan oleh permasalahan ini.