Menko PM: Pembangunan Bandara Bali Utara Dapat Restu Presiden Prabowo

GIANYAR- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) telah mendapatkan restu dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Saat ini, proses pembangunan hanya tinggal menunggu penetapan lokasi (penlok) dari Kementerian Perhubungan.

“Saya sudah berkali-kali berbicara langsung dengan Presiden, dan beliau menyatakan oke. Restu Presiden sudah didapat. Perangkat teknis juga sudah disiapkan. Kita akan terus berusaha agar Bandara Internasional Bali Utara ini segera terwujud,” ujar Muhaimin di Gianyar, Bali, Kamis 26 Juni.

Ia menegaskan bahwa keberadaan bandara baru di Bali Utara akan mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi, khususnya di wilayah utara Pulau Dewata yang selama ini relatif tertinggal dibanding kawasan selatan.

“Dengan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara ini, akan terjadi percepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan utara. Bali tidak hanya kuat dari sisi budaya, tapi juga akan menjadi destinasi dengan kekuatan ekonomi yang lebih merata,” jelasnya.

Bandara yang diinisiasi oleh PT BIBU Panji Sakti itu disebut masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Menurut Muhaimin, Presiden Prabowo ingin menjadikan Bali sebagai pintu gerbang pariwisata dan ekonomi internasional yang mampu bersaing dengan negara-negara tetangga.

“Presiden sangat serius dalam upaya percepatan pembangunan di Bali, mulai dari fasilitas kesehatan, akses internasional, hingga akomodasi modern. Beliau menyampaikan bahwa kita tidak boleh kalah dari negara tetangga, dan Bali memenuhi semua syarat untuk itu,” tambahnya.

Sebagai bagian dari pembangunan ini, infrastruktur pendukung seperti jalan raya dan fasilitas publik berstandar internasional juga akan dibangun, namun tetap berpadu harmonis dengan kearifan lokal dan budaya Bali.

Sementara itu, Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, mengungkapkan bahwa seluruh proses pembangunan bandara kini berada dalam jalur yang sesuai dan tinggal menunggu waktu pengumuman resmi.

“Dari kemarin kami tetap optimistis. Target tahun ini, bahkan mungkin hanya hitungan bulan. Semuanya sudah beres. Tinggal menunggu pengumuman kapan akan dilakukan groundbreaking,” ungkap Erwanto.

Ia memastikan bahwa penlok juga telah disiapkan oleh Kementerian Perhubungan dan tidak ada hambatan yang berarti dalam tahap ini.  “Penlok sudah disiapkan. Tidak ada kendala lagi. Semua berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.