Sekjen NATO: Tidak Ada Alternatif Selain Dongkrak Anggaran Pertahanan di Tengah Ancaman Rusia

JAKARTA - Sekjen NATO Mark Rutte menegaskan tidak ada alternatif selain menaikkan anggaran pertahanan mengingat ancaman Rusia yang terus berlanjut.

"Mengingat ancaman jangka panjang kita terhadap Rusia, tetapi juga peningkatan besar-besaran militer di China, dan fakta bahwa Korea Utara, Tiongkok, dan Iran mendukung upaya perang di Ukraina, sangat penting bagi kita untuk mengeluarkan lebih banyak anggaran. Jadi itu akan menjadi nomor satu dalam agenda hari ini," kata Rutte kepada wartawan sebelum bertemu dengan para pemimpin dunia di KTT NATO di Den Haag dilansir Reuters, Rabu, 25 Juni.

Dilaporkan sebelumnya, pemerintah Inggris akan membeli selusin jet tempur F-35A yang mampu menembakkan senjata nuklir taktis.

Pembelian jet Lockheed Martin akan memungkinkan angkatan udara Inggris untuk membawa senjata nuklir untuk pertama kalinya sejak berakhirnya Perang Dingin, kata Downing Street.

"Di era ketidakpastian yang radikal, kita tidak bisa lagi menganggap perdamaian sebagai hal yang pasti, itulah sebabnya pemerintah saya berinvestasi dalam keamanan nasional kita," kata Perdana Menteri Keir Starmer dilansir Reuters, Rabu, 25 Juni.

Inggris meningkatkan anggaran pertahanan dan meningkatkan kekuatan militernya, termasuk armada kapal selamnya, karena menghadapi meningkatnya permusuhan dari Rusia dan karena Amerika Serikat menarik diri dari peran tradisionalnya sebagai pembela keamanan Eropa.

Pemerintah Inggris mengatakan pembelian jet tersebut akan memungkinkannya untuk menyumbangkan apa yang disebut pesawat berkemampuan ganda kepada NATO untuk membawa senjata nuklir jika terjadi konflik.

 

Sekjen NATO Mark Rutte mengatakan pembelian ini merupakan kontribusi kuat Inggris lainnya kepada NATO.

Penangkal nuklir Inggris saat ini hanya bertumpu pada sistem berbasis kapal selam Trident, yang gagal dalam uji coba tahun lalu, kegagalan uji coba kedua berturut-turut setelah satu kali melenceng dari jalur pada tahun 2016.

Senjata nuklir taktis ditujukan untuk penggunaan di medan perang, berbeda dengan senjata strategis yang dirancang untuk ditembakkan dari jarak yang sangat jauh.