Kementerian ATR/BPN Sebut Rencana Detail Tata Ruang Terhubung OSS Bikin Izin Usaha Kelar Sehari
JAKARTA - Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) terhubung dengan Online Single Submission (OSS) memberikan dampak signifikan terhadap kecepatan pelayanan izin lokasi dan perizinan berusaha lainnya.
Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Suyus Windayana mengatakan, sebanyak 350 RDTR terhubung dengan OSS membuat permohonan investasinya mencapai sekitar 340.000 pelayanan.
Menurut Suyus, apabila dibandingkan dengan wilayah belum punya RDTR dan tidak terhubung OSS, hanya sekitar 20.000 pelayanan.
"Apabila ada OSS, pelayanannya lebih cepat, bisa satu hari," ujar Situs seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ATR/BPN, Sabtu, 14 Juni.
Dia menerangkan Kementerian ATR/BPN terus mendorong percepatan penyusunan RDTR di berbagai daerah.
Targetnya, 2.000 RDTR akan diterbitkan dalam beberapa tahun ke depan, dengan lebih dari 100 RDTR diterbitkan setiap tahunnya.
Adapun saat ini terdapat 645 RDTR telah disusun, namun baru 352 yang terintegrasi dengan OSS.
Untuk mempercepat integrasi tersebut, Kementerian ATR/BPN tengah menyiapkan Surat Edaran (SE) bersama dengan Kementerian Investasi agar seluruh kepala daerah segera menyambungkan RDTR telah disusun ke sistem OSS.
"Supaya lebih mudah, cepat dan tentu lebih menarik bagi investor," pungkasnya.