Review Film Keluarga Super Irit: Drama Komedi Hangat dari Keluarga Sasono

JAKARTA - Keluarga pasangan Dwi Sasono dan Widi Mulia akan menjadi keluarga artis bertalenta selanjutnya, sebab mereka menampilkan kemampuan akting mereka secara ensembel melalui film terbaru Danial Rifki, Keluarga Super Irit.

Jika Dwi Sasono, Widi Mulia, dan anak mereka - Widuri Puteri sudah berpengalaman dalam dunia akting, kali ini film Keluarga Super Irit juga diperankan dua anak mereka lainnya - Dru Prawiro dan Den Bagus. Film ini juga diperankan Onadio Leonardo, Oza Rangkuti, Indro Warkop, Coki Pardede, Oki Rengga, Mandra, dan lainnya.

Film Keluarga Super Irit menceritakan keluarga Sukaharta: sang ayah, Tony (Dwi Sasono) dan Linda (Widi Mulia) berusaha hidup hemat demi menjalani hidup sehari-hari. Kehematan ini mulai dari penggunaan air, pembagian porsi makanan, hingga penggunaan listrik.

Ketiga anak mereka tumbuh dengan sifat berbeda. Sally (Widuri Puteri) si kreatif, Billy (Dru Prawiro) yang terus mengeluh, dan Kenny (Den Bagus) yang jenius. Ketiganya berusaha hidup dengan aturan-aturan penghematan yang dibuat oleh Linda.

>

Situasi itu berubah setelah Tony mendapat pengumuman dari kantor bahwa ia mendapat pemotongan gaji yang drastis, sementara mereka harus membayar uang kontrakan ditambah keperluan anak-anak. Linda menganggap situasi itu menjadi usaha agar keluarga mereka terus berhemat.

Akan tetapi, perjuangan tidak berakhir di sana, sebab mereka harus bertahan setelah adik Linda, Cipto (Onadio Leonardo) datang menginap disusul dengan kakek mereka, Hans (Indro Warkop) yang hendak berlibur. Keluarga Sukaharta semakin mengirit demi kehidupan mereka.

Film Keluarga Super Irit menjahit cerita dari komik dengan baik. Jika di komik ceritanya berdasarkan situasi, justru filmnya mengambil esensi dan fokus utama dari kelima karakter utama.

Bicara chemistry, ensembel keluarga Sasono terlihat memainkan peran mereka masing-masing, namun yang paling mencuri perhatian adalah Billy yang diperankan Dru Prawiro dan Kenny yang diperankan Den Bagus. Kontras dari dua karakter ini menjadi keberagaman untuk membentuk imej keluarga yang banyak ditemui di dunia nyata.

Film ini punya hati yang besar untuk mempertahankan lima karakter utamanya dalam memainkan dialog komedi dan konflik mereka tanpa berkesan merendahkan atau seksis. Alhasil, lebih banyak gelak tawa yang muncul menantikan adegan-adegan mereka.

Pemeran pendukung juga memainkan porsi yang baik dalam film ini, mulai dari Onadio dengan “mengganggu”-nya, Oza sebagai bawahan, hingga Coki yang menjadi sosok pria di warung. Semuanya memilih kekhasan yang turut menjadi penghubung cerita.

Beberapa plot ceritanya mungkin terasa tidak sesuai dengan filmnya, tapi hal itu tidak mengganggu seluruh jalan ceritanya karena inti dari Keluarga Super Irit adalah kenyamanan mereka dalam berkeluarga.

Film ini memotret realitas keluarga Indonesia dengan bumbu komedi dan drama yang menghasilkan kehangatan sekaligus rasa senang kala menontonnya.

Film Keluarga Super Irit tayang di bioskop Indonesia mulai Kamis, 12 Juni.