Sejarah Kelam: Mengapa Abrahah Berusaha Meruntuhkan Ka'bah?
YOGYAKARTA - Jauh sebelum era modern, di tanah Arab yang suci, Raja Abrahah, seorang penguasa dari Yaman, memiliki satu tujuan mengerikan yaitu menghancurkan Ka'bah, rumah suci umat Islam di Mekah.
Lantas, apa yang mendorong seorang raja ingin meruntuhkan bangunan yang begitu dimuliakan dan disucikan? Apa motif di balik upaya besar-besaran ini yang bahkan melibatkan pasukan gajah legendaris?
Mari kita selami lebih dalam alasan dan peristiwa di balik alasan mengapa Raja Abrahah ingin menghancurkan Ka'bah, yang menjadi sebuah kisah yang menjadi pelajaran penting tentang kekuasaan, keyakinan, dan perlindungan ilahi.
Mengapa raja abrahah ingin menghancurkan ka'bah?
Dilansir dari laman NU Online, upaya Abrahah untuk menghancurkan Ka'bah didasari oleh setidaknya dua motif utama yang saling berkaitan.
Pertama, faktor keagamaan
Ka'bah pada masa itu merupakan pusat ziarah keagamaan bagi masyarakat pagan Arab, tempat mereka menunaikan ritual haji setiap tahun. Abrahah merasa tidak dapat menerima dominasi keagamaan Ka'bah.
Ka’bah diposisikan sebagai "pembela ajaran Kristen" oleh Raja Najasyi dari Habasyah—yang merupakan sekutu Romawi Timur. Abrahah kemudian berambisi mengalihkan pusat keagamaan masyarakat Arab dari Mekah ke Yaman.
Dengan kata lain, Abrahah berupaya mengkristenkan masyarakat Arab pagan dan menjadikan Yaman sebagai kiblat Kristen. Keberhasilan dalam upaya ini akan menjadi jembatan strategis bagi Abrahah untuk menguasai seluruh Jazirah Arab.
Baca juga artikel yang membahas Terkuak Cara Mengasah Ilmu Kebatinan dengan Beberapa Latihan Sederhana
- Abrahah Ingin Mengkristenkan Arab
Selain itu, Abrahah juga ingin memperbaiki hubungannya dengan Raja Najasyi. Seperti diketahui, Abrahah sebelumnya memimpin pemberontakan yang berujung pada terbunuhnya Aryath, panglima perang Najasyi.
Sebagai upaya rekonsiliasi dan pembuktian kesetiaan, ia berusaha mengkristenkan wilayah Hijaz, bahkan seluruh Jazirah Arab. Ini adalah Najasyi yang berbeda dengan yang melindungi umat Islam di kemudian hari.
Bahkan Abrahah membangun membangun sebuah struktur yang dimaksudkan untuk menyaingi bahkan menggantikan Ka'bah sebagai pusat peribadatan. Bangunan ini dinamakan Al-Qullays (juga dikenal sebagai Al-Qalis atau Al-Qulays, yang akarnya berasal dari kata Yunani Ekles).
Menjadi bangunan megah dan kolosal, Al-Qullays didirikan di atas reruntuhan kota kuno Ma'rib, menjadikannya bangunan terbesar dan termewah pada zamannya. Abrahah menggunakan bahan-bahan premium, termasuk batu marmer dan granit yang diambil dari sisa-sisa Istana Ratu Balqis.
Motivasi Ekonomi di Balik Agresi Abrahah
Selain motif keagamaan, faktor ekonomi juga menjadi pendorong utama ambisi Abrahah untuk menghancurkan Ka'bah.
Pada masa itu, Ka'bah adalah pusat aktivitas ekonomi yang vital, terutama selama musim haji. Para pedagang berbondong-bondong menjajakan dagangan mereka di sekitar Ka'bah, menyadari banyaknya peziarah dari berbagai penjuru Arab—bahkan dari luar Mekah—yang datang untuk menunaikan haji.
Hal tersebut membuat Abrahah sangat memahami bahwa ibadah haji merupakan sumber pendapatan yang melimpah bagi penduduk Mekah dan daerah-daerah yang dilalui para peziarah.
Dengan menghancurkan Ka'bah dan mendirikan bangunan tandingan di Yaman, Abrahah berharap dapat mengalihkan arus peziarah dan, yang terpenting, para pedagang ke wilayah kekuasaannya.
Dengan demikian, tujuan Abrahah jelas yaitu memindahkan kemakmuran ekonomi yang selama ini terpusat di Mekah ke Yaman, sehingga ia dapat menguasai jalur perdagangan dan meraih keuntungan finansial yang besar.
Motif ekonomi ini juga dibenarkan oleh Quraish Shihab, yang menyebut motif tersembunyi Abrahah menghancurkan Ka’bah adalah kedengkian terhadap masyarakat Mekah yang memperoleh keuntungan materi dan kemuliaan berkat banyaknya orang yang mengunjungi Ka'bah.
Selain mengapa raja abrahah ingin menghancurkan ka'bah, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!