Rusia Gempur Kyiv, Zelenskyy: Serangan Rudal Moskow Tenggelamkan Upaya Perdamaian

JAKARTA - Rusia melancarkan salah satu serangan udara terbesarnya di Kyiv dalam lebih dari tiga tahun perang dan menyerang bangsal bersalin di kota selatan Odesa. Dua orang dilaporkan tewas.

Serangan itu menyusul serangan pesawat nirawak terbesar Rusia dalam perang di Ukraina pada Senin. Ini merupakan bagian dari pemboman intensif yang menurut Moskow merupakan pembalasan atas serangan oleh pasukan Ukraina terhadap Rusia.

Ledakan keras mengguncang Kyiv disusul kebakaran pada Selasa, 10 Juni dini hari, meninggalkan gumpalan asap tebal di atas kota, kata saksi mata Reuters.

Empat orang dirawat di rumah sakit setelah tujuh dari 10 distrik di ibu kota terkena serangan.

"Hari ini adalah salah satu serangan terbesar di Kyiv," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dilansir Reuters, Selasa, 10 Juni.

“Serangan rudal Rusia dan Shahed (pesawat tanpa awak) menenggelamkan upaya Amerika Serikat dan negara-negara lain di seluruh dunia untuk memaksa Rusia berdamai,” sambungnya.

Zelenskyy mendesak sekutu Ukraina untuk mengambil langkah-langkah untuk memaksa Rusia berdamai, dan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyerukan sanksi baru dan sistem pertahanan udara segera.

Meskipun Moskow dan Kyiv telah mengadakan dua putaran perundingan perdamaian langsung dalam beberapa minggu terakhir, satu-satunya kemajuan nyata adalah kesepakatan tentang pertukaran tawanan perang. Sedangkan Rusia terus maju di sepanjang garis depan di Ukraina timur.

Moskow dan Kyiv saling menyalahkan atas kurangnya kemajuan dalam mengakhiri perang, yang telah berkecamuk sejak invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022.

Sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan frustrasi dengan kedua belah pihak.

Rusia menghentikan sementara penerbangan semalam di empat bandara yang melayani Moskow, di Bandara Pulkovo St Petersburg dan di bandara di sembilan kota lainnya setelah Kementerian Pertahanan mengatakan Ukraina telah meluncurkan lebih banyak pesawat nirawak ke Rusia.

Penerbangan di Moskow dan beberapa kota lain kemudian kembali beroperasi, tetapi pembatasan masih berlaku di St. Petersburg pada pukul 04.30 waktu setempat. Tidak ada kerusakan yang dilaporkan.