Terjun Langsung, Bahlil Akan Kunjungi Raja Ampat Pekan Ini
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan dirinya akan melakukan kunjungan secara langsung ke wilayah tambang nikel di Kabupaten Raja Ampat pekan ini.
Kunjungan ini merupakan langkah respon pemerintah atas gelombang protes masyarakat atas kegiatan tambang yang merusak ekosistem laut di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
“Saya sendiri akan turun, tapi mungkin sambil itu saya akan mengecek langsung di lokasi, ke Pulau Gag. Supaya apa? Saya ingin ada objektif,” ujar Bahlil kepada awak media di Gedung Kementerian ESDM, Kamis, 5 Juni.
Bahlil menjelaskan, peninjauan ini bertepatan dengan kegiatan kunjungan kerja Menteri ESDM ke beberapa sumur minyak dan gas yang terletak di wilayah Kepala Burung Pulau Papua.
"Dalam waktu minggu-minggu ini saya lagi mau ke Sorong. Saya sendiri akan turun," sambung dia.
Sambil menunggu hasil pengecekan di lapangan, Bahlil memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan operasi PT Gag Nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat.
Menurut Bahlil, PT Gag Nikel merupakan satu-satunya perusahaan yang saat ini berproduksi di wilayah tersebut. Kontrak Karya (KK) perusahaan anak usaha PT Antam Tbk itu terbit pada 2017 dan mulai beroperasi setahun kemudian setelah mengantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Namun, guna memastikan seluruh prosedur dipatuhi tim inspeksi Kementerian ESDM telah diturunkan ke lapangan.
Baca juga:
"Izin pertambangan di Raja Ampat itu ada beberapa, mungkin ada 5. Nah, yang beroperasi sekarang itu hanya satu yaitu PT Gag. Gag Nikel ini yang punya adalah Antam, BUMN", jelas Bahlil.
Sebagai informasi, PT GAG Nikel memiliki jenis perizinan berupa Kontrak Karya yang terdaftar di aplikasi Mineral One Data Indonesia (MODI) dengan nomor akta perizinan 430.K/30/DJB/2017, dengan luas wilayah izin pertambangan 13.136,00 ha.