Rusia Anggap Sistem Antirudal Golden Dome Trump Bisa Dorong Komunikasi Pengendalian Senjata dengan AS

JAKARTA - Istana Kepresidenan Rusia Kremlin mengindikasikan rencana sistem pertahanan antirudal Golden Dome alias Kubah Emas Presiden Donald Trump dapat mendorong dimulainya kembali kontak antara Moskow dan Washington tentang pengendalian senjata nuklir di masa mendatang.

Ketika ditanya tentang pengumuman Trump soal pilihan desain untuk perisai pertahanan rudal Golden Dome senilai $175 miliar, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan hal itu merupakan kedaulatan Amerika Serikat.

Golden Dome yang terinspirasi oleh perisai pertahanan Iron Dome berbasis darat milik Israel, adalah proyek ambisius yang bertujuan untuk memblokir ancaman dari China dan Rusia, yang dipandang Amerika Serikat sebagai dua pesaing geopolitik terbesarnya.

Peskov, ketika ditanya apakah Rusia melihat proyek tersebut sebagai ancaman terhadap kesetaraan nuklir Rusia dengan Amerika Serikat, mengatakan tidak ada perincian tentang proyek AS tersebut.

"Dalam waktu dekat, rangkaian peristiwa tersebut mengharuskan dimulainya kembali kontak mengenai masalah stabilitas strategis," kata Peskov dilansir Reuters, Rabu, 21 Mei.

Rusia dan Amerika Serikat, yang sejauh ini merupakan kekuatan nuklir terbesar, sama-sama menyatakan penyesalannya tentang disintegrasi jalinan perjanjian pengendalian senjata yang berupaya memperlambat perlombaan senjata dan mengurangi risiko perang nuklir.

AS menyalahkan Rusia atas runtuhnya perjanjian seperti Perjanjian Rudal Antibalistik 1972 dan Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) 1987.

AS secara resmi menarik diri dari Perjanjian INF pada tahun 2019, dengan alasan pelanggaran Rusia yang dibantah Moskow. AS menarik diri dari perjanjian ABM pada tahun 2002.

"Sekarang kerangka hukum di bidang ini telah hancur, dan masa berlakunya telah berakhir, atau dengan sengaja, katakanlah, sejumlah dokumen tidak lagi berlaku, pangkalan ini harus diciptakan kembali baik untuk kepentingan kedua negara kita maupun untuk kepentingan keamanan di seluruh planet ini," kata Peskov.