Cara Menghindari Ghibah agar Hati Selalu Damai, Rezeki Mengalir Lancar
YOGYAKARTA - Pernahkah Anda merasa resah, gelisah, atau bahkan rezeki terasa seret? Bisa jadi, tanpa disadari, ghibah atau membicarakan keburukan orang lain telah menjadi bagian dari keseharian kita.
Dampak ghibah tak hanya merugikan orang yang dibicarakan, tapi juga mengotori hati kita sendiri hingga menghambat kelancaran rezeki. Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana cara menghindari ghibah agar hati selalu damai dan rezeki mengalir lancar.
Pandangan Islam tentang Ghibah
Islam secara tegas melarang ghibah. Dilansir dari laman NU Online, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Hujurat ayat 12:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
"Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan dan aib orang lain dan janganlah kamu menggunjing (ghibah) sebagian yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh karena itu, jauhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang."
Ayat di atas menurut riwayat Ibnu Mundzir dari Ibnu Juraij, turun karena kasus Salman al-Farisi yang suka tidur dan mendengkur setelah makan, dan ada yang menggunjingnya. Ini menegaskan bahwa menceritakan aib orang lain adalah perbuatan yang dilarang.
Baca juga artikel yang membahas Hadits Larangan Marah dan Kiat Meredakan Amarah Ala Nabi
Senada dengan firman Allah, Rasulullah SAW juga sangat melarang perbuatan ini. Beliau bersabda dalam riwayat Imam Bukhari:
"Jauhilah oleh kalian prasangka, sebab prasangka itu adalah ungkapan yang paling dusta. Dan janganlah kalian mencari-cari aib orang lain, jangan pula saling menebar kebencian dan jadilah kalian orang-orang yang bersaudara."
Bagaimana Cara Menghindari Ghibah?
Dilansir dari laman NU Online, Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan dengan gamblang bagaimana pikiran negatif dapat menjadi pintu gerbang menuju ghibah.
Al-Ghazali menyatakan, jika tiba-tiba terlintas pikiran buruk tentang seseorang di hati kita, sesungguhnya itu adalah bisikan setan. Setan sebagai makhluk yang paling fasik, sengaja membisikkan hal tersebut untuk menyesatkan kita. Oleh karena itu, manusia harus mendustakan bisikan setan tersebut.
Lebih lanjut, Al-Ghazali menegaskan bahwa tidak diperbolehkan membenarkan iblis atau bisikannya, karena hal itu akan menyeret manusia pada kerusakan dan seolah membenarkan perbuatan menyimpang.
Al-Ghazali mengajarkan umat muslim untuk selalu waspada terhadap bisikan negatif dalam hati. Dengan mengenali dan mendustakan bisikan setan, serta senantiasa melakukan tabayyun. Oleh karenanya, kita dapat menjaga hati dari prasangka buruk dan terhindar dari perbuatan ghibah yang merugikan.
Isi dengan Kebiasaan Positif
Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Ihsan Lirboyo Kediri, Ning Imaz Fatimatuz Zahra, membagikan metode untuk mengurangi kebiasaan ghibah, yaitu dengan rutin membaca buku pengembangan diri dan filsafat. Menurutnya, kegiatan membaca tersebut dapat mengaktifkan fungsi otak.
Ning Imaz menjelaskan bahwa seseorang tidak perlu terlalu kritis terhadap urusan orang lain. Seseorang harus betul-betul mengetahui mana urusannya dan mana yang bukan. Jika bukan, itu bukan ranah untuk mengomentari.
Baca juga:
Dengan demikian, seseorang akan terhindar dari ghibah karena pikirannya positif, yang pada gilirannya akan menarik orang-orang positif serta menciptakan lingkungan yang positif juga.
Selain bagaimana cara menghindari ghibah, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!