Perpanjangan Jam Operasional, Perpustakaan Cikini dan PDS HB Jassin Kini Buka Hingga Pukul 10 Malam

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta memulai perpanjangan jam operasional perpustakaan dan museum di Jakarta. Hal ini menindaklanjuti rencana Gubernur DKI Jakarta yang ingin membuka perpustakaan dan museum hingga malam hari.

Perpanjangan waktu operasional tersebut dimulai di dua perpustakaan utama, yakni Perpustakaan Umum Daerah Cikini dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin. Keduanya beroperasi hingga pukul 22.00 WIB setiap harinya.

“Ini sudah berjalan dua minggu terakhir, mulai pukul 9 pagi sampai jam 10 malam. Sebelumnya hanya sampai jam 4 sore,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat dalam keterangannya, Selasa, 6 Mei.

Syaefuloh menuturkan, pembukaan operasional hingga malam akan dilakukan di perpustakaan lainnya di Jakarta Pusat, Timur, Selatan, Barat, dan Utara. Ke depan, Dispusip DKI Jakarta menargetkan seluruh perpustakaan yang dikelolanya dapat beroperasi hingga pukul 22.00.

“Kita ingin dari Senin sampai Minggu, buka sampai malam. Tapi tentu sambil melihat kebutuhan dan kesiapan. Yang jelas prinsipnya adalah memberikan layanan terbaik untuk masyarakat Jakarta,” ujar Syaefuloh.

Hanya saja, implementasi perpanjangan waktu operasional di seluruh perpustakaan pengelolaan Pemprov DKI bergantung pada kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia.

“Kalau jam layanan bertambah, otomatis personel juga harus disesuaikan. Kami sedang menyusun sistem sif untuk petugas, dan terus mengevaluasi animo masyarakat sebagai dasar penambahan waktu buka,” tutur Syaefuloh.

Menurut data Dispusip DKI Jakarta, kunjungan ke Perpustakaan Cikini saat akhir pekan bisa mencapai lebih dari 3.500 orang. Ia berujar, perpustakaan kini juga menjadi ruang publik yang mendukung interaksi sosial, edukasi, dan ekspresi seni.

“Di perpustakaan ada ruang diskusi, pelatihan menulis, story telling anak-anak, bahkan pameran karya siswa. Ini menjadi bagian dari wajah Jakarta sebagai kota literasi menuju kota global,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjamin wacana pembukaan museum dan perpustakaan hingga malam hari tidak akan mengakibatkan pembengkakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI.

Sebab, jumlah gedung museum dan perpustakaan yang akan diperpanjang jam operasionalnya tidak banyak. Sebagai contoh, perpustakaan di Jakarta yang akan dibuka hingga larut malam hanya 8 gedung.

Karenanya biaya operasional gedung akibat perpanjangan waktu beroperasi tak akan menghabiskan anggaran besar.

"Yang untuk akreditasi A di Jakarta ini jumlahnya enggak banyak, cuman 34. 8 dimiliki langsung oleh Pemprov Jakarta, sisanya di SMA, SMP, SD. Yang 8 itu lah yang kemudian secara penuh nanti akan menjadi tanggung jawab pemerintah Jakarta dan kami akan buka. Untuk biaya, kecil sekali lah," urai Pramono.