Erik ten Hag ke Leverkusen, Sinyal Xabi Alonso ke Real Madrid
JAKARTA - Bayer Leverkusen tengah melakukan negosiasi dengan pelatih Erik ten Hag. Rencana Leverkusen merekrut pelatih baru menjadi sinyal bila Xabi Alonso bakal hengkang dengan destinasi anyar, Real Madrid.
Pergantian pelatih di klub-klub bakal terjadi. Pelatih Carlo Ancelotti segera meninggalkan Madrid setelah gagal meraih trofi. Madrid tidak hanya gagal mempertahankan gelar Liga Champions dan kalah lawan Barcelona di final Copa del Rey.
Harapan Madrid memenangi La Liga Spanyol pun mulai menipis. Lagi-lagi, Barca yang menghambat laju Madrid. Kini, Barca yang memiliki poin 76 sudah unggul empat poin saat kompetisi menyisakan lima pertandingan lagi.
Bila Ancelotti hengkang, lalu siapa yang menjadi suksesor? Mantan manajer Liverpool Jurgen Klopp sempat masuk bursa menggantikan Ancelotti. Meski demikian, Alonso tetap menjadi prioritas Madrid.
Sebelumnya, Madrid berniat memboyong Alonso yang sukses membawa Leverkusen memenangi Bundesliga Jerman dan Piala Jerman. Hanya, Madrid harus bersaing dengan Liverpool yang ditinggalkan Klopp.
Namun Alonso menolak dua eks klubnya dan memilih bertahan di Leverkusen yang menjadi juara liga tanpa pernah kalah. Liverpool sendiri akhirnya menggaet Arne Slot dari Feyenoord. Pilihan itu ternyata tak salah karena Slot malah membawa The Reds meraih titel Premier League Inggris dalam debutnya.
Sementara, Madrid mempertahankan Ancelotti dengan syarat dan ketentuan berlaku. Bila juara di kompetisi domestik dan Liga Champions, maka posisi Ancelotti masih aman hingga 2026. Namun eks pelatih Bayern Munchen, AC Milan dan Juventus ini gagal memenuhi target sehingga dirinya bakal diberhentikan.
Alonso menjadi kandidat kuat pelatih anyar Madrid. Sinyal Alonso bakal meninggalkah BayArena kian kuat setelah Leverkusen melakukan negosiasi dengan Ten Hag.
Menurut informasi yang dikutip The Sun, negosiasi Leverkusen dengan eks manajer Manchester United ini sudah ada kemajuan berarti. Bahkan kedua belah pihak tinggal selangkah lagi mencapai kesepakatan.
Ten Hag sendiri dipecat MU pada Oktober 2024. Meski memenangi Carabao Cup dan Piala FA selama dua musim pertama di MU, namun Ten Hag akhirnya diberhentikan setelah performa tim tak kunjung membaik di kompetisi domestik.
Saat mantan pelatih Ajax Amsterdam ini diberhentikan, posisi MU sudah di papan bawah. Mereka menempati peringkat 14 di klasemen Premier League.
Meski sudah berganti manajer dan kini ditangani Ruben Amorim, posisi MU tak pernah beranjak. Beruntung, mereka lolos dari degradasi.
Tak hanya itu, Amorim juga membawa MU ke semifinal Liga Europa. Bahkan MU berpeluang ke final setelah menang telak 3-0 pada semifinal pertama melawan Athletic Bilbao.
Baca juga:
- Bernadya hingga Juicy Luicy Dirayakan di Peluncuran Official Indonesia Chart
- Kerajinan Kulit Garut, Poppy Dharsono Yakin Berpotensi Naik Kelas
- Buntut Isu Selingkuh, Eriska Nakesya Tegaskan Telah Berpisah dari Young Lex Sejak 2 Bulan Lalu
- Rugi Rp148 Miliar, Harley-Davidson Beri Peringatan Dampak Negatif Tarif Trump dan Tunda Proyeksi 2025
Hanya Ten Hag masih belum terbuka terkait kemungkinan menangani Leverkusen. Sebelumnya, pria berusia 55 yang kini disibukkan mengelola bisnis bersama saudaranya menyatakan belum pasti akan kembali melatih atau memilih berada di belakang meja di sebuah klub.
"Saya tidak tahu dengan karier saya. Bila kembali ke sepak bola, saya mungkin menjadi manajer saja dan tidak menangani tim. Tetapi itu juga belum pasti. Bila diberi kepercayaan, saya bakal melakukan yang terbaik," ucapnya.