KJRI Houston Tampilkan Kopi Nusantara di SCE 2025, Konjen RI: Bagian dari Identitas Budaya

JAKARTA - Kopi Indonesia merupakan bagian dari identitas budaya bangsa yang patut diperkenalkan dan dibanggakan di dunia internasional, kata Konsul Jenderal RI di Houston, Ourina Ritonga.

Itu disampaikannya saat secara resmi membuka paviliun Indonesia dalam gelaran Specialty Coffee Expo (SCE) 2025 yang berlangsung pada 25–27 April 2025 di George R. Brown Convention Center, Houston, Texas, Amerika Serikat, Jumat 25 April.

Dalam gelaran SCE kali ini, Paviliun Indonesia menampilkan kekayaan rasa dan aroma kopi dari berbagai daerah di Nusantara, seperti Jawa Barat, Sumatra, Sumatera Barat, Toraja, Jawa Tengah dan Gayo Aceh.

Konjen Ourina mengatakan, partisipasi Indonesia dalam SCE tidak hanya untuk membawa produk kopi Indonesia ke AS, tetapi juga untuk mempromosikan tradisi serta semangat petani kopi Indonesia yang terus berinovasi dan menjaga kualitas.

"Kopi Indonesia bukan sekadar komoditas ekspor, tetapi juga bagian dari identitas budaya kita yang patut diperkenalkan dan dibanggakan di panggung global," ujar Konjen Ourina, dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu 26 April.

Sesi uji cita rasa kopi (cupping) di Paviliun Indonesia. (Sumber: KJRI Houston)

Lebih lanjut, Konjen Ourina menyampaikan, keistimewaan kopi Indonesia tidak hanya terletak pada jumlah produksinya, tetapi juga terletak pada "jiwa" yang terkandung di dalamnya.

"Lebih dari 90 persen kopi kami ditanam oleh petani kecil dengan menggunakan metode tradisional, sering kali organik, bahkan sebelum metode tersebut menjadi tren global, jelasnya.

Sementara itu, Atase Perdagangan RI di Washington D.C Ranitya Kusumadewi mengatakan, pesatnya pertumbuhan industri kopi di AS serta tantangan perdagangan global mengharuskan Indonesia perlu lebih gencar berstrategi dalam mempromosikan branding sebagai produsen berbagai jenis kopi spesialti yang bercita rasa dan berkualitas tinggi.

Partisipasi Indonesia pada SCE 2025 juga menjadi bentuk representasi kerja sama solid antara pemerintah, perbankan, BUMN, pelaku usaha dan asosiasi kopi.

"Selain kolaborasi yang erat antar berbagai pihak, persiapan partisipasi Indonesia dalam SCE 2025 juga mengedepankan kualitas kopi dan produk terkait lainnya, dengan menonjolkan aspek ketertelusuran dan keberlanjutan dalam menjawab permintaan pasar AS serta tantangan global," jelas Ranitya.

Kopi nusantara di Paviliun Indonesia pada SCE 2025. (Sumber: KJRI Houston)

Selain menampilkan produk kopi, Paviliun Indonesia juga menyelenggarakan sesi Uji Cita Rasa Kopi (cupping) yang menarik perhatian para buyers dan profesional industri kopi global.

Penyelenggaraan sesi Cupping tersebut mendorong peluang kemitraan dan transaksi dagang yang menjanjikan bagi pelaku usaha kopi Indonesia.

Diketahui, partisipasi Indonesia dalam SCE tahun ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Atase Perdagangan KBRI Washington DC dengan Atase Pertanian Washington DC, KJRI Houston, SCAI, BI, Pertamina, BNI, dan BRI.

SCE merupakan pertemuan terbesar para pelaku industri kopi spesialti global, yang tahun ini diikuti oleh lebih dari 649 peserta dari berbagai negara dan dari berbagai lini pelaku industri kopi, termasuk petani, roaster, eksportir, importir, barista, peneliti dan pelaku usaha ritel. SCE setiap tahunnya diramaikan oleh lebih dari 17.000 pengunjung.

Sebanyak 16 peserta asal Indonesia turut ambil bagian, yaitu Indonesia House of Beans, Asa Coffee, Solok Radjo, Cikopi Mang Eko, Caldera Coffee, Alko Sumatra Kopi, Kopi Geulis, Kandora Coffee, Ayo Community, Q.co, Dal Coffee Trading, PT. Sulotco Jaya Abadi, Javanese Coffee, PT. Hauma Agro Antarnusa, serta produk gula aren dari Mitra Mandala, Semedo Manise dan Klasik Beans.

Selain Indonesia, SCE 2025 juga diikuti oleh 85 negara, termasuk di antaranya produsen kopi dunia seperti Peru, Ecuador, Brazil, Costa Rica, Honduras, Colombia, dan Thailand, yang memiliki keunggulan dalam komoditas kopi lokalnya.

Partisipasi Indonesia dalam SCE 2025 ini menjadi salah satu bentuk upaya berkelanjutan untuk memperluas akses pasar kopi Indonesia di AS.

Selain itu, keikutsertaan pada SCE juga berpotensi besar untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri kopi spesialti dunia.