Rupiah Berpotensi Menguat Didorong Nilai Tukar Regional

JAKARTA - Pengamat Pasar Keuangan dan Komoditas Ariston Tjendra menyampaikan pergerakan rupiah berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin, 21 April.

Ariston mengungkapkan, nilai tukar regional pada pagi ini rata-rata menguat terhadap dolar AS.

"Indeks dolar AS pagi ini bergerak lebih rendah dari pekan lalu, bergerak di kisaran 98, dari sebelumnya di atas 99," ujarnya dalam keterangannya, Senin, 21 April.

Menurutnya, tekanan terbaru terhadap dolar AS disebabkan oleh persepsi negatif pasar terhadap pernyataan Trump yang meminta Bank Sentral AS untuk memangkas suku bunga acuannya

Ariston menyampaikan pernyataan Trump ini dianggap mengintervensi tugas Bank Sentral yang bisa berdampak buruk ke perekonomian AS.

Selain itu, ia menyampaikan dampak negatif lainnya besarasal dari kenaikan tarif terhadap perekonomian AS karena naiknya harga-harga barang konsumsi juga mendorong pelemahan dolar AS.

Ia menyampaikan pergerakan rupiah pada Senin, 21 April berpotensi menguat menuju ke level Rp16.700 per dolar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp16.830 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, pada hari Kamis, 17 April, kurs rupiah spot di tutup naik 0,02 persen ke level Rp16.834 per dolar AS.

Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup menguat 0,07 persen ke level harga Rp16.833 per dolar AS.