Apple Ungkap Metode Pelatihan Fitur AI Tanpa Gunakan Data Pribadi Pengguna
JAKARTA – Apple berusaha melatih fitur dan model Kecerdasan Buatan (AI) miliknya tanpa mengorbankan keamanan pengguna. Dalam laporan terbarunya, Apple mengungkapkan bagaimana hal ini dapat dilakukan.
Produsen iPhone dan iPad itu menegkan bahwa mereka selalu menjaga prinsip perusahaan, yakni tidak menggunakan data pribadi atau interaksi pengguna hanya untuk melatih model dasarnya. Bahkan, Apple tidak pernah menggunakan konten umum di internet.
"Kami menerapkan filter untuk menghapus informasi yang dapat mengidentifikasi data pribadi, seperti nomor jaminan sosial dan kartu kredit," kata Apple, dikutip pada Selasa, 15 April. "Kami mengembangkan teknik baru ... tanpa mengungkapkan perilaku individu."
Salah satu fitur AI yang Apple bahas adalah Genmoji. Fitur pembuatan emoji kustom yang didukung Apple Intelligence ini menggunakan metode privasi diferensial. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi permintaan populer dan pola permintaan yang tidak terkait dengan pengguna individu.
"Apple saat ini menggunakan privasi diferensial untuk meningkatkan Genmoji, dan dalam rilis mendatang kami juga akan menggunakan pendekatan ini, dengan perlindungan privasi yang sama, untuk Image Playground, Image Wand, Memories Creation dan Writing Tools di Apple Intelligence," jelas Apple.
Baca juga:
- POCO Luncurkan F7 Series, Hadirkan Dua Varian Baru dengan Performa Esktrem
- Meta Akan Latih AI Menggunakan Data Pengguna Facebook dan Instagram di Eropa
- Misi NS-31 Sukses, Blue Origin Berhasil Antar Katy Perry dan Selebritas Lainnya ke Angkasa
- Google Larang Penggunaan Kapasitas 16GB untuk Ponsel Berbasis Android 15
Apple juga meningkatkan kinerja Genmoji dengan mengevaluasi perintah populer yang diterima fiturnya. Dengan mengevaluasi hal ini, Apple percaya bahwa mereka dapat memahami cara kerja model AI-nya dan meningkatkan respons terhadap permintaan tersebut.
Sementara itu, Apple menggunakan metode baru pada fitur ringkasan atau alat tulis yang beroperasi pada kalimat panjang. Perusahaan itu memanfaatkan data sintetis yang dibuat dengan meniru format properti penting data pengguna, tetapi tanpa mengumpulkan konten individu.
"Saat membuat data sintetis, tujuan kami adalah menghasilkan kalimat atau email sintetis yang cukup mirip dalam topik atau gaya dengan data asli untuk membantu meningkatkan model ringkasan kami, tetapi tanpa Apple mengumpulkan email dari perangkat," ungkap Apple.