Fore Coffee Targetkan Buka Outlet di Indonesia Bagian Timur Tahun 2025
JAKARTA - PT Fore Kopi Indonesia (FORE) resmi melantai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
Fore Coffee menjadi emiten ke-12 yang mencatatkan saham di BEI sepanjang tahun 2025.
Saham Fore pada saat dibuka perdana menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) di level 34,04 persen dengan harga Rp252 per saham.
Selain itu, Saham Fore mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscription) mencapai mencapai lebih dari 200,63 kali dari 114.873 ribu investor yang tercatat berpartisipasi pada penjatahan terpusat pada 10 April 2025 yang mengacu pada data dari sistem e-IPO.
Melalui IPO ini, Fore menawarkan sebanyak-sebanyak 1,88 miliar saham atau mewakili 21,08 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Adapun, Fore menawarkan saham dengan harga penawaran awal di kisaran Rp160–Rp202 per saham, sehingga berpotensi mendapatkan dana segar sebesar Rp379,76 miliar dari penawaran umum perdana saham.
Selanjutnya, dana yang diperoleh dari hasil IPO akan digunakan sebesar 76 persen untuk membuka sekitar 140 outlet baru kopi di Indonesia dalam dua tahun ke depan, dengan komposisi outlet tersebut adalah 10 persen outlet flagship, 80 persen untuk outlet medium, dan 10 persen outlet satellite yang termasuk tapi tidak terbatas pada biaya renovasi biaya pengadaan peralatan dan perlengkapan outlet di wilayah Jabodetabek, serta wilayah lain di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali.
Adapun, rincian alokasi dana sebagai berikut yaitu sekitar Rp275 miliar untuk memperluas jaringan outlet kopi dengan target pembangunan 140 outlet baru dalam dua tahun ke depan.
Sekitar Rp60 miliar untuk ekspansi vertikal melalui pembukaan outlet donat oleh anak perusahaan dan sekitar Rp18,44 miliar untuk mendukung kebutuhan modal kerja operasional.
Selain itu, Fore juga akan menggunakan 18 persen dana hasil IPO untuk melakukan setoran modal untuk membuka outlet donat melalui anak perusahaan, dan 6 persen untuk modal kerja. Dimana penggunaan dana tersebut direncanakan untuk dilakukan secara bertahap dari tahun 2025 sampai tahun 2026.
Co-Founder dan CEO Fore Coffee Vico Lomar menyampaikan hingga saat ini sudah terdapat 240 outlet dan berharap hingga akhir tahun 2025 terdapat sekitar 300 outlet ke seluruh Indonesia, termasuk di Maluku dan Nusa Tenggara Timur.
"Kita akan fokus di dalam negeri, kita akan fokus di dalam negeri untuk kembangin lebih banyak lagi outlet Fore di Indonesia," ujarnya kepada awak media, Senin, 14 April.
"Daerah seluruh Indonesia bahkan mungkin tahun ini kita sudah bisa masuk ke timur Indonesia. Kita paling timur baru ada di Lombok," tambahnya.
Baca juga:
Meski demikian, Vico menyampaikan perseroan belum akan melakukan ekspansi ke luar negeri tetapi berfokus ke dalam negeri seperti di Ambon dan Nusa Tenggara Timur.
Vico perusahaan masih optimistis pasar di Indonesia masih akan terus bertumbuh dan mengandalkan kualitas produk kopi lokal.
"Karena Indonesia masih besar marketnya dan kita benar-benar jaga supaya kita berkembang di indonesia. Tadi kan pak Wilson juga ngomong bahwa lokal, lokal, lokal jadi kita sungguh-sungguh berharap dari lokal kita bisa berkembang lebih baik," ujarnya.
Vico menjelaskan bahwa ekspansi outlet FORE akan menyasar area tier 1, 2, dan 3 di tahun ini, dan berencana membuka outlet dengan porsi 50 persen di area tier 1 dan 50 persen di area tier 2 dan tier 3.
"Seluruh daerah ada tier 1, tier 2, tier 3 seperti yang saya sebutkan ada di Jakarta, di Jabodetabek kami juga akan terus launching di Surabaya, di Bali, di Bandung kemudian di Lombok baru buka kemudian kami juga akan berusaha masuk ke di Palu, kita belum ada di Palu lalu kemudian juga kita akan buka lagi di daerah Kalimantan seluruh kota provinsi di Kalimantan kita sudah ada, tetapi kami akan tetap bangun lagi untuk lebih banyak-banyak," ucapnya.
Vico menyampaikan bahwa pihaknya berharap dapat membuka hingga 600 outlet di Indonesia dalam lima tahun ke depan.
Terkait kemungkinan ekspansi ke luar negeri dalam lima tahun kedepan, Vico menjelaskan bahwa rencana tersebut belum dipersiapkan secara matang karena fokus utama perusahaan saat ini masih di pasar Indonesia.
"Sekarang masih 240, berarti 5 tahun ke depan masih ada sekitar 350-360 dibagi 5 kurang lebih ada 60-70 outlet per tahun, which is cukup besar untuk kami kembangkan," ujar Vico.
Ia menekankan bahwa setiap outlet yang dibuka tidak hanya sekadar dibangun dan dioperasikan, tetapi juga harus melalui proses evaluasi yang cermat untuk memastikan keberhasilan jangka panjang.
"Kami tidak mau buru-buru, kami tidak mau cepat-cepat sehingga bisa buka di atas 100 untuk setiap tahunnya tetapi kami lihat melakukan due diligence dan feasibility," tegasnya.
Senada, Komisaris Utama Fore Coffee serta Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca mengatakan keputusan untuk terus melakukan proses IPO di tengah gejolak pasar global adalah keputusan yang terbaik.
Menurutnya keputusan ini tampak berlawanan dengan intuisi, tetapi diambil berdasarkan keyakinan yang teguh.
Willson menyampaikan IPO Fore Coffee ini akan menjadi contoh bahwa ada startup di Indonesia yang dikelola dengan baik, profitable, serta dijalankan dengan tata kelola yang baik sehingga investornya tidak selalu memikirkan valuasi dan exit dan mengutamakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
"Misi ke depan Fore Coffee adalah membuat Indonesia bangga. Melantai di bursa adalah langkah awal. Kita akan menjadi pemenang dan tuan rumah di negara sendiri, lalu akhirnya from Indonesia to the world,” kata Willson.
Wilson menambahkan keunggulan ini diperkuat dengan dukungan penuh dari East Ventures, salah satu firma venture capital terkemuka. Dukungan ini menghadirkan akses terhadap modal, sumber daya bersama, serta keahlian dari ekosistem luas East Ventures.
"Kondisi ini membuka peluang sinergi dan pertumbuhan lebih lanjut," tuturnya.