Prabowo Sentil Kabinetnya: Pokoknya Pertek yang Dikeluarkan Kementerian Harus Seizin Presiden

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto mengkritik banyaknya peraturan teknis alias Pertek di kementerian dan lembaga yang penerapannya kerap lebih sulit daripada aturan yang dikeluarkan kepala negara.

Salah satunya kondisi di mana pertek lebih tegas mengatur daripada keputusan presiden (Keppres).

Dengan demikian, berbagai pertek yang ada akhirnya justru menghambat perizinan usaha.

"Jadi perizinan, ya, saya minta menteri-menteri jangan ragu, saya minta demi rakyat. Kadang-kadang, ya, birokrat-birokrat ini saya kasih peringatan, ada saja. Sudah dikeluarkan keputusan presiden, dia bikin lagi peraturan teknis (pertek)," ucap Prabowo dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia seperti dilihat VOI dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 9 April.

"Pertek-pertek, apa itu pertek-pertek. Kadang-kadang itu pertek-nya lebih galak daripada keputusan presiden," sambungnya.

Dengan demikian, Prabowo meminta agar ke depannya tidak ada lagi Pertek yang dibuat tanpa izin presiden.

"Nggak ada lagi pertek-pertek. Pokoknya pertek yang dikeluarkan oleh kementerian harus seizin Presiden RI," tegas Kepala Negara.

Dalam penjelasannya, Mantan Menteri Pertahanan itu juga mengingatkan agar Kabinet Merah Putih harus bekerja secara efisien dengan membuang seluruh regulasi yang tidak masuk akal.

Sejalan dengan hal itu, Prabowo meminta agar perizinan untuk usaha dipermudah.

"Buang semua regulasi yang tidak masuk akal, ya. Permudah semua proses untuk pengusaha. Ini bagusnya (punya) presiden mantan pengusaha juga," tutur Prabowo.

"Benar loh, saya tuh 25 tahun di luar kekuasaan, kan. Saya pengusaha menghadap pejabat ini, mantan panglima datang ke himbara, menghadap Bank Mandiri bolak balik ya kan," pungkasnya.