Kendaraan Masuk Jakarta Tembus 1,3 Juta, Arus Balik Lebaran Hampir Usai
JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan jumlah kendaraan yang telah kembali ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi atau Jabodetabek pada arus balik Lebaran 2025 mencapai 60 hingga 70 persen.
Persentase tersebut berdasarkan hasil pemantauan arus balik per Senin, 7 April 2025. Rata-rata kendaraan yang masuk ke wilayah Jakarta mencapai 5.000 hingga 7.000 kendaraan.
"Kami laporkan sampai pagi hari ini proyeksi arus balik kurang lebih 2,2 juta, sudah masuk kurang lebih arah Jakarta 1.375.000 kendaraan," ujar Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dikutip Selasa, 8 April.
Menambahkan, Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Raden Slamet Santoso menyebut pihaknya akan terus memantau arus lalu lintas di ruas tol, khususnya potensi kendaraan dari arah Kalikangkung, Pejagan, Palimanan, Cipularang, dan Cileunyi.
"Sampai dengan pukul 18.00 (Senin, 7 April) kendaraan hampir sudah mendapai 65 hingga 70 persen yang sudha kembali ke Jabodetabek," ujar Slamet
"Kita monitor terus, termasuk bangkitan dari Cipularang, Cileunyi. Jadi rata-rata hampir sekitar tinggal 1.500 sampai 2.000 kendaraan," sambungnya.
Potensi bangkitan itu juga berkaitan dengan keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yang memberlakukan pengaturan kerja yang fleksibel atau flexibel work arrangement (WFA) bagi apartatur sipil negera (ASN) pada 8 Apri.
Baca juga:
Di sisi lain, Slamet menyebut terjadinya penurunan angka kecelakaan selama pelaksanaan mudik 2025. Jumlahnya menurun 27 hingga 30 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
"Bahwa memang untuk dengan pola-pola baru itu hasil dari evaluasi lebaran tahun lalu kemudian evaluasi Nataru kemarin sehingga kita elaborasikan pada lebaran tahun ini dan Alhamdulillah sudah ada pola-pola baru, salah satunya adalah dengan pada saat pelaksanaan rekayasa lalu lintas kita bukan hanya mengalihkan arus lalu lintas tapi juga kita menggunakan contraflow dan yang baru tahun ini dilakukan adalah dengan one way lokal," kata Slamet.