Sebelum Mudik Cek Dulu Ciri-Ciri Ban Mobil Berpotensi Alami Pecah
JAKARTA - Dalam mempersiapkan mudik lebaran, tentu memerlukan persiapan yang matang agar dapat sampai ke kampung halaman dengan selamat. Salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah memeriksa kondisi kendaraan, khususnya mobil.
Pengecekan kondisi mobil merupakan salah satu faktor yang krusial sebelum memulai perjalanan mudik Idulfitri, terutama dalam mengecek komponen seperti ban.
Lalu, bagaimana cara mengetahui kondisi ban mobil dengan benar sebelum memulai perjalanan mudik demi menghindari peristiwa yang tidak diinginkan seperti pecah ban?
Kenali Ciri-ciri Ban
Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia sekaligus pebalap reli nasional, Rifat Sungkar mengatakan seringkali terjadi kasus pecah ban disebabkan oleh sejumlah hal, salah satunya karena adanya keretakan ban dan kurangnya angin.
“Kasus pecah ban rata-rata disebabkan oleh ban sudah kedaluwarsa sehingga menyebabkan keretakan pada struktur ban. Keretakan tidak mesti karetnya pecah atau bannya habis, karena kalau bannya lama dan struktur bannya patah biasanya disebabkan karena tekanan anginnya kurang bukan berlebihan,” kata Rifat dalam penjelasannya kepada media di acara buka puasa bersama Forum Wartawan Otomotif (FORWOT) 2025 di Cipete, Jakarta, Rabu, 26 Maret.
Ia menjelaskan kalau tekanan ban kurang dari kapasitas, maka temperatur pada komponen ini menjadi tidak stabil.
“Kalau tekanannya tepat, bannya sudah padat duluan sehingga ban di atas gripnya lurus. Kalau kurang, ban bagian kanan dan kiri menempel ke aspal,” tambah Rifat.
Pria kelahiran 1978 ini juga menerangkan bahwa salah satu bagian penting pada ban adalah sidewall atau samping. Bila komponen tersebut pengisian anginnya kurang, maka bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan mengingat perjalanan mudik membawa beban berat.
“Sebenarnya yang paling sangat mahal dari sebuah ban adalah sidewall-nya. Kalau ini kurang angin, udah dari jauh-jauh hari terlihat patah. Sementara saat kita mudik, itu mobil bawa beban yang berlebih,” jelas Rifat.
Meskipun kondisi ban telah dicek, tentu diperlukan antisipasi lainnya bila mobil mengalami pecah ban di tengah jalan.
Baca juga:
Jaga Jarak Aman
Rifat menerangkan setiap melakukan perjalanan, penting untuk memerhatikan jarak aman dengan mobil lainnya supaya pengemudi memiliki ruang dan waktu untuk menghentikan kendaraan ketika mengalami masalah.
“Untuk menangani ban pecah saat perjalanan, perlu ada jarak dengan mobil lain biar ada ruang untuk mengerem selama 3-5 detik,” terang Rifat.
Ia juga menuturkan bahwa hal yang paling tidak boleh dilakukan saat ban mobil mengalami pecah ban ialah pengemudi melakukan reaksi secara tiba-tiba yang berpeluang membuat kendaraannya melintir atau terbalik.
“Rata-rata mobil terbalik karena ban pecah bukan karena bannya, melainkan karena mobilnya di-counter. Saat ban pecah, mobil biasanya akan muncul gerakan aneh sehingga membuat pengemudinya kaget. Saat gerakan aneh, ketika direm mobil bisa melintir,” tutur Rifat.
Ia menyarankan bagi para pengemudi untuk tetap tenang saat mobil mengalami kondisi tersebut, yakni dengan berjalan dan mengerem pelan-pelan dan membawa segera kendaraan ke pinggir jalan.
“Nah hal yang tepat untuk menangani hal ini adalah tenangkan diri, rem pelan-pelan, dan bawa mobil ke pinggir. Kalau misal tidak ada tempat untuk minggir, mobil bisa dibawa secara pelan-pelan,” pungkasnya.