Jelang Pengesahan RUU TNI, Koalisi Masyarakat Sipil Bermalam di depan Gerbang Pancasila DPR
Menjelang paripurna pengesahan RUU TNI hari ini, masyarakat masih menyerukan penolakan. Bahkan, beberapa orang bermalam dengan mendirikan tenda di depan gerbang Pancasila, Gedung DPR RI di Jalan Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Seseorang yang mengaku dari Koalisi Masyarakat Sipil mengaku sudah menduduki depan gerbang Pancasila mulai pukul 24.00 WIB. Kurang lebih ada sekitar 30 orang yang 'camping' untuk berjaga agar RUU TNI tidak disahkan tengah malam.
"Kami dari masyarakat sipil biasa, kami sudah menduduki gedung (depan gerbang, red) pancasila dari jam 12 kurang lebih sampai detik ini, dan tujuan kami menduduki gedung dan camping gitu untuk memblokade jalannya para elit pemerintah dalam mengesahkan RUU TNI," ujar seseorang yang berjaga di depan gerbang Pancasila, Senayan, Jakarta, Kamis, 20 Maret.
Ia mengatakan, masyarakat sipil yang berjaga di depan gerbang Pancasila ini berfokus untuk memblokade jalan-jalannya para elit. Pihaknya, juga ingin menyerukan bahwa ada banyak jalan alternatif menuju kebebasan berpendapat dan berekspresi. Sebab, menurut pemetaannya, akan banyak jalan yang diblokade jelang pengesahan RUU TNI di DPR.
"Jadi alasan kami datang lebih cepat adalah kami melihat pola dari omnibus law kemaren ya bahwa ada pengesahan secara diam-diam di tengah malam gitu. Salah satu hal yang kami khawatirkan akan terjadi, begitu," katanya.
"Tapi ternyata kami tidak tahu pengesahannya sudah jadi atau nggak, apakah jam setengah 10 atau tidak, cuma yang pasti tujuan kami di sini adalah untuk turut mengeluarkan pendapat kita dan menolak RUU TNI itu sendiri," imbuhnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno (Dave Laksono) mengatakan, pembahasan rancangan Undang-Undang tentang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) sudah final sehingga bisa disahkan dalam rapat paripurna yang digelar hari ini, Kamis, 20 Maret.
Baca juga:
"Diputuskan di tahap I, jadi RUU TNI sudah rampung, tinggal dibawa di tahap II yaitu akan dibacakan di paripurna, yang insyaallah dijadwalkan besok (hari ini, red)," ujar Dave di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 19 Maret.