Kebakaran Maut Klub Malam Makedonia Tewaskan 59 Orang, Polisi Tangkap 20 Orang termasuk Manajer Pulse
JAKARTA - Total korban tewas akibat kebakaran klub malam yang penuh sesak dan tidak berizin di kota Kocani, Makedonia Utara, mencapai 59 orang. Lebih dari 150 orang terluka.
Kebakaran berawal dari percikan api yang menyulut atap saat penampilan musisi di panggung.
Ratusan orang berlarian mencari satu-satunya pintu keluar tempat kecil itu saat api menyebar di langit-langit, membuat banyak orang terjebak dalam insiden paling mematikan di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.
"Kebakaran terjadi, semua orang mulai berteriak 'keluar, keluar'," kata Marija Taseva, 22 tahun, kepada Reuters dilansir Reuters, Senin, 17 Maret.
Saat ia mencoba melarikan diri, Taseva jatuh ke tanah dan orang-orang menginjaknya, melukai wajahnya. Dalam kesibukan itu, ia kehilangan kontak dengan saudara perempuannya, yang tidak berhasil keluar.
"Saudara perempuan saya meninggal," kata Taseva sambil menangis.
Pihak berwenang menangkap sekitar 20 orang terkait kebakaran tersebut, termasuk pejabat pemerintah dan manajer klub malam "Pulse".
Menteri Dalam Negeri Makedonia Utara Pance Toskovski dalam konferensi pers menegaskan klub malam itu tidak memiliki izin yang sah.
Baca juga:
Perdana Menteri Hristijan Mickoski mengatakan izin itu dikeluarkan secara ilegal oleh kementerian ekonomi dan berjanji mereka yang bertanggung jawab akan diadili.
"Terlepas dari siapa mereka, dari lembaga mana, dari tingkat apa, dari partai dan profesi mana," kata Mickoski.
Ia mengumumkan tujuh hari berkabung nasional.