Pagar Laut Masih Terpasang di Desa Kohod, Nelayan: Istilahnya Reklamasi Tahap Awal

TANGERANG - Pagar yang terbuat dari bambu masih terpasang di perairan utara Desa Kohod, Kabupaten Tangerang. Nelayan setempat menduga hal itu menjadi bagian dari proses reklamasi.

Salah satunya nelayan bernama samaran Risman, mengatakan bambu-bambu ini akan terpasang berbentuk kotak seolah membentuk bangunan.

“Jadi kaya pondasi. Ini istilahnya tahap awal reklamasi,” kata Risman, Minggu, 16 Maret.

Risman menambahkan di lokasi itu terdapat sejumlah tukang, alat berat dan mesin penyedot. Mereka seperti ingin mengeluarkan airnya, lalu ditimbun dengan pasir laut.

“Jadi mesin penyedot, lalu menimbun bagian tengah berjarak 1,5 meter menggunakan pasir laut hingga padat. Setelah berbentuk kotak, secara bertahap area perairan diuruk menggunakan material pasir dan tanah,” tutur Risman.

Nelayan lainnya bernama Marto mengaku heran pagar laut masih ada di perairan utara Desa Kohod. Karena sepengetahuannya pagar laut telah dituntaskan Pemerintah Pusat.

“Kita pikir semua sudah selesai. Ternyata enggak semua,” kata Marto, Jumat, 14 Maret.

Dengan adanya pagar-pagar itu, Marto mengatakan saat mengaiz rezeki mencari ikan di laut, dirinya harus memutar jauh menghindari pagar-pagar tersebut.

“Masih liuk-liuk (belok-belok). Karena masih berbentuk,” ucap Marto.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, Eli Susiyanti membenarkan masih ada pagar laut di Desa Kohod.

"Betul mas, di perairan Kohod," ungkapnya

Berdasarkan hasil patroli terakhir, Eli mengaku pagar laut hanya tersisa sekitar 600 meter di wilayahnya. Dia mengklaim, pihaknya sudah coba membongkar dengan ditarik tagboat tapi tidak bisa.

"Butuh alat berat dan ponton. Sudah dikoordinasikan dengan pusat," ucapnya