Mulai Produksi 2027, PTFI Butuh 500 Juta per Tahun untuk Kembangkan Tambang Kucing Liar

JAKARTA - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengungkapkan pihaknya tengah membangun tambang baru yang diberi nama Kucing Liar di Grasberg, Papua Tengah.

Dikatakan Tony, untuk mengembangkan tambang bawah tanah ini pihaknya membutuhkan capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar 500 juta dolar per tahun.

"Untuk pembangunan Kucing Liar itu kira-kira kita akan membutuhkan capex atau akan menghabiskan capex sekitar 500 juta dolar per tahun untuk 7-8 tahun ke depan," ujar Tony dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, yang dikutip Jumat, 14 Maret.

Tony bilang, tambang ini akan menggantikan Deep Mill Level Zone (DMLZ) yang selama ini masih beroperasi. Adapun tambang baru ini akan beroperasi pada tahun 2027.

Sebagai pengganti tambang DMLZ, Kucing Liar akan menghasilkan 240.000 ton bijih tembaga per harinya sehingga produksi PTFI akan jauh lebih stabil ke depan.

Potensi cadangan Kucing Liar, kata Tony, mencapai 7 miliar pound tembaga dan 6 jua ounces emas yang dapat ditambang hingga 2041.

Adapun proses pengembangan tambang Kucing Liar ini telah mulai dilakukan sejak tahun 2022.

Tony menjelaskan, Grasberg Block Cave selama ini menjadi produsen bijih terbesar dengan menghasilkan 140.000 ton bijih per hari, dan disusul DMLZ dengan 70.000 ton bijih per hari.

"Dan Big Gossan hanya 7.000 ton bijih per hari namun kadarnya lebih tinggi," tandas Tony.