Toilet di Atas Awan Gunung Rinjani, Rencananya Bakal Dibangun Lagi di Danau Segara Anak
JAKARTA - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyatakan pembangunan toilet di atas awan untuk menjaga lingkungan kawasan Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Toilet tersebut terdapat di ketinggian ± 2639 MDPL, tepatnya di Pelawangan Sembalun 1, destinasi jalur wisata pendakian Sembalun.
"Telah dibangun fasilitas toilet dengan konsep ramah lingkungan yang siap dipergunakan pada musim pendakian 2025," kata Kepala Balai TNGR NTB Yarman di Mataram, NTB, Kamis 13 Maret, disitat Antara.
Ia mengatakan di setiap pendakian, semua selalu dihadapkan pada tantangan, bukan hanya fisik, tetapi juga moral dalam menjaga keindahan alam.
"Salah satunya adalah bagaimana menjaga kebersihan, bahkan di tempat yang jauh dari peradaban," katanya.
Oleh karena itu, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani kerja sama dengan Arei Outdoor Gear membangun toilet di ketinggian ± 2639 mdpl untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan yang datang berkunjung.
"Toilet ini bukan sekadar fasilitas, melainkan langkah konkret untuk mengurangi dampak buruk bagi lingkungan sekitar," tuturnya.
Baca juga:
- Beda dengan Letkol Teddy, Mayjen TNI Novi Helmy Harus Pensiun Dini
- Di Hadapan Komisi III DPR, MA: Pengadilan Saat Ini Sangat Butuh Tenaga Teknis Kepaniteraan
- Dakwaan Mengandung Unsur Asusila, Sidang Anak Bos Prodia di PN Jaksel Digelar Tertutup
- Mendagri Sebut Kondisi Indonesia Targetkan Indonesia Emas seperti China Tahun 1998
Ia mengatakan toilet yang telah rampung dikerjakan ini menyediakan dua pilihan, yakni toilet duduk dan toilet jongkok, semua ini demi kenyamanan para pendaki.
Fasilitas ini dihadirkan untuk menghindari perilaku buang air besar sembarangan yang dapat mencemari ekosistem dan merusak estetika pemandangan alam Rinjani.
Ia mengatakan langkah ini baru permulaan, rencana pembangunan toilet serupa juga akan hadir di Danau Segara Anak pada ketinggian 2010 mdpl, sebagai bagian dari komitmen untuk memastikan kelestarian alam tetap terjaga di tempat-tempat tinggi yang menjadi surga bagi para pendaki.
Semoga langkah kecil ini menginspirasi semua pihak untuk selalu menjaga kebersihan alam, bukan hanya saat pendakian, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
"Mari bersama-sama menjaga alam agar generasi mendatang juga bisa menikmati pesona keindahan alam yang serupa," katanya.