Kremlin Sebut Program Nuklir Iran akan Jadi Pokok Bahasan Pembicaraan Rusia-Amerika Serikat Berikutnya

JAKARTA - Kremlin mengatakan pada Hari Rabu, pembicaraan mendatang antara Rusia dan Amerika Serikat akan mencakup pembahasan tentang program nuklir Iran, pokok bahasan yang dikatakannya telah "disinggung" dalam putaran awal pembicaraan kedua negara bulan lalu.

Bloomberg melaporkan pada Hari Selasa, Rusia telah setuju untuk membantu Pemerintahan Presiden AS Donald Trump dalam berkomunikasi dengan Iran mengenai berbagai isu, termasuk mengenai program nuklir Teheran dan dukungannya terhadap proksi anti-AS di kawasan.

Kremlin belum mengonfirmasi hal itu, tetapi telah menjelaskan Iran sekarang menjadi salah satu pokok bahasan yang akan dibahas lebih rinci oleh Washington dan Moskow.

"Sejauh ini hanya ada pemahaman bahwa posisi Rusia sebenarnya adalah bahwa masalah berkas nuklir Iran ini harus diselesaikan secara eksklusif melalui cara politik dan diplomatik yang damai," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, melansir Reuters 5 Maret.

"Kami yakin ada potensi untuk ini, karena Iran adalah sekutu kami, mitra kami, dan negara yang dengannya kami tengah mengembangkan hubungan yang komprehensif, saling menguntungkan, dan saling menghormati, dan Rusia siap melakukan segala yang mungkin untuk ini. Amerika Serikat menyadari hal ini," lanjutnya.

Bulan lalu, Presiden Trump memulihkan kampanye "tekanan maksimum"-nya terhadap Iran, mencakup upaya untuk menekan ekspor minyaknya hingga nol untuk menghentikan Teheran memperoleh senjata nuklir. Iran membantah adanya niat tersebut.

Rusia diketahui telah memperdalam hubungannya dengan Iran sejak dimulainya perang Ukraina, menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan Iran pada Bulan Januari.

Kremlin mengatakan, subjek Iran disinggung selama pembicaraan Rusia-AS di Arab Saudi bulan lalu.

"Itu disinggung di Riyadh," kata Peskov.

"Tetapi tidak secara rinci, tidak secara rinci," tandasnya.

Ketika ditanya secara khusus tentang laporan Bloomberg, Peskov berkata: "Lihat, topik Iran ada dalam agenda, itu disinggung, tetapi pada saat yang sama, tidak secara rinci."