Trump Desak Apple Hentikan Kebijakan Keberagaman Setelah Pemegang Saham Mendukungnya
JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Rabu mendesak Apple untuk menghapus kebijakan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI), sehari setelah para pemegang saham raksasa teknologi tersebut memberikan suara mayoritas untuk mempertahankan kebijakan itu meskipun mendapat tekanan dari kelompok konservatif.
Sejumlah perusahaan besar AS, termasuk Meta dan Alphabet, telah menghapus inisiatif DEI setelah Trump kembali menjabat sebagai presiden. Trump menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk diskriminasi dan bahkan mengisyaratkan bahwa Departemen Kehakiman dapat menyelidiki apakah upaya tersebut melanggar hukum.
"Apple harus menghapus aturan DEI, bukan hanya menyesuaikannya. DEI adalah hoaks yang sangat buruk bagi negara kita. DEI sudah berakhir!!!" tulis Trump dalam unggahan di Truth Social dengan huruf kapital.
Apple belum memberikan komentar terkait pernyataan Trump.
Pemungutan suara pada rapat tahunan Apple pada Selasa 25 Februari dianggap sebagai ujian bagi pandangan pemegang saham terhadap program DEI. Banyak perusahaan mulai mengadopsi atau memperkuat kebijakan ini sejak tahun 2020 di tengah gerakan Black Lives Matter.
Pendukung kebijakan DEI berpendapat bahwa program ini diperlukan untuk mengatasi bias, ketidakadilan, dan diskriminasi yang telah berlangsung lama. Namun, pihak yang menentangnya berargumen bahwa perubahan hukum baru-baru ini dapat meningkatkan risiko kasus diskriminasi jika Apple tetap mempertahankan kebijakan tersebut.
Trump sebelumnya telah mengeluarkan perintah eksekutif pada Januari untuk mengakhiri inisiatif DEI di sektor pemerintahan dan swasta. Ia menyatakan bahwa kebijakan tersebut mendiskriminasi kelompok tertentu, termasuk orang kulit putih dan pria, serta melemahkan prinsip meritokrasi dalam proses rekrutmen dan promosi kerja.
Apple menyatakan bahwa mereka memiliki mekanisme pengawasan aktif untuk menghindari risiko hukum. Perusahaan juga menilai bahwa proposal yang diajukan untuk menghapus DEI secara tidak tepat membatasi kebijakan manajemen.
Baca juga:
CEO Apple, Tim Cook, menegaskan dalam pertemuan tahunan bahwa keberagaman tetap menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan.
"Kekuatan Apple selalu berasal dari merekrut orang-orang terbaik dan menciptakan budaya kolaborasi, di mana individu dengan latar belakang dan perspektif yang beragam dapat bersatu untuk berinovasi," kata Cook.
Namun, ia juga mengisyaratkan bahwa perusahaan mungkin akan melakukan beberapa penyesuaian terkait kebijakan ini.
"Dengan perubahan lanskap hukum terkait isu ini, mungkin kami perlu melakukan beberapa perubahan untuk mematuhi aturan, tetapi komitmen kami terhadap martabat dan rasa hormat untuk semua orang tidak akan pernah goyah," tambah Cook