Ini Alasan Kenapa Harga Model AI DeepSeek Jauh Lebih Murah Dibanding GPT dan Llama

JAKARTA - Startup Artificial Intelligence (AI) dari China, DeepSeek tengah menjadi perbincangan hangat, karena berhasil meluncurkan chatbot AI canggih yang diklaim mampu menyaingi kemampuan ChatGPT dari OpenAI dan Llama dari Meta. 

Namun, salah satu aspek yang paling menonjol dari DeepSeek dibandingkan model lainnya adalah karena pengembangannya yang jauh lebih hemat dibandingkan model AI lainnya, namun memiliki kemampuan yang setara atau lebih dengan model GPT-4. 

Di mana hanya dalam kurun waktu dua bulan, dengan anggaran sekitar 6 juta dolar AS (Rp97 miliar), DeepSeek berhasil mengembangkan dua model AI, yaitu DeepSeek-V3 dan DeepSeek-R1. 

Angka ini sangat jauh jika dibandingkan dengan biaya yang dihabiskan oleh OpenAI dalam pengembangan ChatGPT-4 yang mencapai 63 juta dolar AS (Rp 1triliun), menurut laporan TeamGPT

Melihat fenomena ini, Chief Technology Officer (CTO) East Venture, Andrian Kurniady mmengungkapkan ada dua faktor yang mungkin bisa menjadi alasan mengapa biaya pengembangan model AI DeepSeek jauh lebih murah. 

Menurut Andrian, DeepSeek tidak menggunakan teknik baru dalam pengembangan model AI nya. Melainkan, mereka hanya mengkombinasikan teknik-teknik yang sudah ada untuk menciptakan model AI yang canggih. 

Engineer-nya juga canggih, jadi dia mampu mengkombinasi teknik-teknik yang sudah sedemikian rupa, sehingga mereka dapat menciptakan model yang lebih canggih,” kata Andrian dalam panel diskusi yang bertajuk “How DeepSeek changes opportunities in Indonesia's Al landscape” pada Rabu, 5 Februari. 

“Jadi kalau kita baca background-nya, tidak ada yang baru. Jadi kombinasi si A seperti ini, si B seperti ini, dikombinasi,” tambahnya. 

Ia juga menambahkan bahwa apa yang dilakukan DeepSeek bisa dibilang antara unik dan tidak unik. Karena menurutnya, sudah banyak peneliti di luar sana yang melakukan hal serupa.

“Kalau kita mau dengar perbincangan dari researchers di luar sana yang tidak berkecimpung di Meta atau OpenAI, mereka telah melakukan teknik-teknik tersebut agar bisa menghasilkan model dengan harga yang lebih murah, mungkin harga mahasiswa,” tandasnya.