Leicester City Bangkit dari Zona Degradasi: Jamie Vardy Pemimpin yang Memberi Contoh
JAKARTA - Penyerang veteran Leicester City, Jamie Vardy, mendapat pujian tinggi dari manajer Ruud van Nistelrooy setelah golnya membuka jalan bagi kemenangan krusial 2-1 di markas Tottenham Hotspur pada Minggu, 26 Januari 2025.
Vardy, 38, menyamakan kedudukan setelah turun minum dari jarak dekat dan empat menit kemudian Bilal El Khannouss mencetak gol yang ternyata menjadi gol kemenangan.
Van Nistelrooy menggambarkan kemenangan itu--setelah tujuh kekalahan liga berturut-turut--sebagai kemenangan sangat besar karena timnya keluar dari zona degradasi Liga Inggris ke posisi 17.
"Dia (Vardy) adalah pemimpin yang memberi contoh. Dia masih produktif. Rasa hormat dari tim dan staf di klub ini kepadanya sangat besar. Ia juga tampil baik," kata Van Nistelrooy tentang Vardy yang telah mencetak tujuh gol dan tiga assist di liga musim ini.
Leicester tertinggal lebih dulu melalui sundulan Richarlison pada menit ke-33, tetapi memberikan respons hebat untuk bangkit setelah turun minum.
Baca juga:
"Penampilannya luar biasa, bentuk permainan dan cara para pemain bertahan bersama. Kami tertinggal, tetapi cara tim bereaksi setelah tertinggal 0-1, mereka menguasai bola dan mulai bermain."
"Pada babak pertama mereka tenang dan cara mereka keluar dari ruang ganti sangat luar biasa. Saya pikir itu membuat kami menang pada akhirnya."
"Usaha, dedikasi, blok dan sapuan, taktik yang kami buat sangat menyenangkan untuk ditonton. Itu membuat kami meraih tiga poin penting di kandang lawan," kata Van Nistelrooy, yang baru menikmati kemenangan liga keduanya sebagai pelatih The Foxes.
Vardy menyulut amarah para penggemar Spurs setelah mencetak gol penyeimbang dengan menunjuk lencana Liga Inggris di lengan bajunya.
Hal itu mengisyaratkan bahwa Leicester telah memenangin lebih banyak gelar Liga Inggris daripada Tottenham.
Vardy, satu-satunya pemain yang bertahan dari tim Leicester pemenang Liga Inggris 2015/2016, selalu menjadi ancaman bagi pertahanan Tottenham.
Semangat Vardy akan menjadi krusial jika Leicester ingin keluar dari masalah dan ia menyuarakan keyakinannya.
"Kami semua bersatu sebagai satu tim. Kami bekerja keras, tetap bersatu, dan meraih kemenangan besar."
"Saya 100% mendukung mereka semua (untuk keluar dari masalah). Kami semua tahu apa yang dipertaruhkan."
"Kami ingin bermain sepak bola yang bagus, tetapi itu adalah tiga poin ke arah yang benar dan mudah-mudahan menjadi awal dari sebuah kemenangan," kata Vardy.
"Ini besar, mudah-mudahan ini menghentikan kebobrokan yang telah kami alami. Kami telah memainkan sepak bola yang lumayan selama mungkin setengah pertandingan dan itu sedikit mengecewakan kami."
"Para pemain berjuang keras selama 90 menit dan merupakan penghargaan juga bagi manajer atas apa yang telah ia lakukan di lapangan latihan," ujar Vardy lagi.
Sementara itu, Ruud van Nistelrooy bisa bernapas lega sejenak dan menikmati sedikit waktu istirahat setelah kemenangan liga kedua sejak ia mengambil alih pada Desember 2024.