Jadi Konsern Pemerintah, Skrining Kejiwaan Termasuk dalam Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

JAKARTA - Kesehatan jiwa salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah saat ini pada masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pada program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG), kejiwaan termasuk hal yang harus diskrining, seperti yang ditegaskan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Apakah kejiwaan termasuk? Ya kejiwaan juga termasuk bagian dari screening,” Chief of Technology Transformation Office Kemenkes, Setiaji, saat ditemui di Senayan, Jakarta, pada Rabu, 22 Januari 2025.

“Sebenarnya dalam Satu Sehat itu sudah ada beberapa pemeriksaan screening kesehatan ya, salah satunya kejiwaan,” tambahnya.

Langkah tersebut diambil mengingat kondisi kesehatan jiwa masyarakat cukup memprihatinkan saat ini. Seperti yang mengagetkan bahwa banyak anak-anak muda kondisi kesehatan jiwanya tidak baik-baik saja.

Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, kelompok anak muda usia 15-24 tahun memiliki prevalensi depresi tertinggi, dengan perempuan, mereka yang berpendidikan rendah, serta pekerja dengan keterampilan rendah menjadi kelompok paling rentan.

Dengan demikian, adanya program PKG yang meliputi skrining kejiwaan diharapkan dapat membantu masyarakat.

Dalam program PKG, Kemenkes akan menggunakan kuesioner untuk mendeteksi jenis gangguan mental yang mungkin dialami seseorang.

Penanganan gangguan kejiwaan dapat dilakukan melalui konsultasi dengan psikolog, atau dalam kasus yang lebih berat dengan pemberian obat-obatan. Kemenkes juga beruapa untuk memperluas layanan penanganan masalah kesehatan mental, bahkan hingga ke tingkat puskesmas yang mudah dijangkau masyarakat.