Banda Neira Ungkap Momen Spesial Tampil di Yogyakarta

JAKARTA - Banda Neira yang memulai perjalanan baru sejak November lalu, sedang menjalani tur album dengan tajuk “Panggung Intim: Berjalan Lebih Jauh”.

Setelah tampil di Solo pada 21 Desember 2204 dan Surabaya pada 16 Januari, duo Ananda Badudu dan Sasha Saron tampil di Yogyakarta pada 19 Januari.

Melalui unggahan di Instagram, usai penampilan di pemberhentian ketiga, Banda Neira mengungkap bagaimana Yogyakarta adalah kota yang spesial.

“Babak Yogyakarta selesai. Sejauh ini kota paling bikin gemetar sebadan-badan. Tangan dan kaki nggak berhenti-berhenti gemetaran sampai lagu empat,” tulis Banda Neira dalam keterangan unggahan.

“Sampai-sampai kami harus ubah rencana dari gas terus lagu ke lagu enggak pakai jeda, jadi harus banyak diselipin momen bercanda,” lanjutnya.

Ananda Badudu sebagai salah satu pendiri Banda Neira juga mengungkap bagaimana tampil di Yogyakarta jadi kebanggaan tersendiri.

“Bertahun-tahun manggung emang nggak bikin grogi hilang. Apalagi main di kota yang banyak cetak musisi-musisi idola, yang sebagian kami ajak kolaborasi di album-album Banda Neira,” katanya.

“YK memang punya tempat khusus di hati kami. Banyak lagu Banda Neira ditulis dan diselesaikan di kota ini, misalnya ‘Langit dan Laut’ yang terinspirasi dari kaki langit yang kami lihat di Pantai Samas atau lirik ‘Tenggelam’ dan ‘Kereta Senja’ yang ditulis saat bermusik bareng Gigih, Layur, Jimmy, Suta, dkk.”

Banda Neira juga berterimakasih kepada banyak pihak yang telah mendukung tur album mereka, mulai dari promotor, MC, sponsor, kru, hingga tim internal.

Dengan tiga titik yang telah disinggahi, Banda Neira akan melanjutkan tur ke enam titik lain, yaitu Semarang (25 Januari), Malang (26 Januari), Jakarta (1 dan 2 Februari), Bogor (7 Februari), Bandung (14 dan 15 Februari), dan Bali (25 Februari).