Ingin Lagu Barunya Didengar Banyak Orang, Ify Alyssa Tak Lantas Kejar Keviralan
JAKARTA - Ify Alyssa baru saja meluncurkan album keduanya yang bertajuk “Menata”. Album ini berisikan delapan lagu, yang terdiri dari lima lagu baru dan tiga lagu yang sudah dirilis sebelumnya.
Lewat album terbaru, Ify berharap lagu-lagu yang dihadirkan dalam album ini dapat didengarkan oleh pendengar yang lebih luas.
“Sebagai musisi sih pengin karyanya lebih dikenal luas dan bisa nyampe ke hati (secara) personal, kata Ify Alyssa saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan baru-baru ini.
Saat ditanya mengenai harapan lagunya bisa viral di media sosial, eks member Blink itu mengatakan, “Bisa penting, bisa nggak sih sebenarnya.”
Menurutnya, lagu yang viral tentunya membuat karyanya lebih banyak didengar orang. Namun, mengejar keviralan bukanlah target utamanya.
“Buat aku, keviralan itu bukan satu-satunya jalan. Misalnya aku berkarya, tujuannya untuk viral, bukan kayak gitu,” ujar Ify.
“Tapi kalaupun bisa viral, itu kan bisa menambah pendengar kita, yang tadinya belum tau kita bisa tau kita. Itu yang bagus dari keviralan. Tapi bukan sesuatu yang harus kita kejar sih,” imbuhnya.
Lebih lanjut, penyanyi-penulis lagu 28 tahun itu mengungkap pelajaran penting yang ia dapat selama penggarapan album kedua.
Baca juga:
“Pelajarannya banyak sih. Ya lebih ke teamwork juga, karena album satu sama album dua kan timnya beda lagi tuh, jadi penyesuaian lagi sama tim yang baru. Dan juga cara kerja sama dengan orang lain, dan gimana nge-treat musisi-musisi yang main di album kita,” tutur Ify.
Sebagai informasi, delapan lagu di album “Menata” dibagi ke dalam tiga fase berbeda, yang dirasa menggambarkan perjalanan hidup yang dialami setiap orang.
Fase pertama disebut sebagai fase happy atau bersenang-senang. Terdapat tiga lagu yang menggambarkan fase ini, yaitu “Semesta Menari”, “Roda-Roda”, dan “Bersemi”.
Kemudian, fase kedua disebut sebagai fase gloomy atau suram. Ada dua lagu yang dirasa mewakili, yaitu “Dalam Gurauan” dan “Berhenti”.
Selanjutnya, pada fase ketiga disebut sebagai fase penerimaan, dengan tiga lagu yang mewakilinya adalah “Menata”, “Terima Kasih”, dan “Tak Istimewa”.
“Di lagu ‘Menata’, sebenarnya semua yang ada di album bisa dibilang terangkum di lagu ini,” kata Ify.
Adapun, pengerjaan album kedua ini dibantu oleh Ari Renaldi, produser musik yang sudah lama dikenal Ify. Prosesnya berjalan sejak tahun 2022, mulai dari workshop, rekaman musik di Bandung, dan rekaman vokal yang dilakukan Ify di kamar pribadinya di Jakarta.
Meski baru pertama kali bekerjasama dengan Ari dalam penggarapan album, Ify merasa apa yang dikerjakan berjalan baik dan menghasilkan sesuatu yang memang diinginkan sejak awal.
“Aku kalau datang tuh selalu bawa lagu, dan Kang Ari tuh bisa memberikan bahasa musik yang berbeda, tapi kita bisa bersepakat untuk hasilnya,” tandasnya.